Cari Disini

Custom Search

Senin, 14 Juni 2010



Oleh Dzikrullah, pendiri Sahabat Al-Aqsa, wartawan Hidayatullah.com
Sahabatalaqsha.com & Hidayatullah.com–ISTANBUL– 
Rasakanlah Anda duduk sejenak di sebuah bangku panjang 
di depan dapur kabin penumpang dek 3 kapal Mavi Marmara. 
Tadinya arahnya ke Gaza, saat itu dipaksa ke arah Ashdod. 
Tentara komando Israel sudah menguasai kapal. 
Serangan
 brutal baru saja selesai. Penjajahan kecil baru saja dimulai.
Di depan Anda, terbujur empat sosok jenazah. 
Tidak semua Anda kenal nama dan pribadinya.
 Tapi selama berhari-hari Anda bersama mereka. 
Solat bersama, berdoa bersama, makan bersama,
 bekerja bersama, menuju ke arah yang sama,
 dengan niat yang sama, mencari ridha Allah saja.
Bahasa Turkinya tidak Anda fahami, 
tetapi senyum tulus dan jabatan 
tangan eratnya bisa Anda hayati.
 Anda tidak mengenal semua nama dan pribadinya,
 tetapi rasanya sudah bersaudara dengan mereka selama berpuluh tahun.
Izinkan saya memperkenalkan para Syuhada ini kepada Anda. 
Para Syuhada tidak mati, kata Allah.
 Tapi rasanya rugi karena belum
 sempat mengenal mereka lekat-lekat dan
 mereka yang beruntung ini sudah pergi.
Sahabatku Cevdet (dibaca Jaudat), saya tidak m
enyangka persaudaraan kita begitu ringkas.
 Dengan ikhlas dan enteng kau berjaga setiap jam 6 pagi,
 untuk memenuhi keperluanku akan internet di press room,
 karena jam-jam begitu Jakarta sudah menunggu berita dari 
Mavi Marmara. Padahal aku tahu, kau selalu tak tidur sampai hampir pagi 
melayani keperluan puluhan wartawan.
Kata seorang sahabatmu, tentara komando Israel 
menembakmu dari jarak dekat saat kau memotret
 mereka turun dari helikopter biadab itu.
 Kubuka selimut yang menutup wajah jenazahmu.
 Kulihat ada satu titik hitam di antara kedua matamu.
 Titik hitam jalan masuk peluru yang menembus otak 
dan tengkorak belakangmu. Kulirik darah segar
masih menetes di bawah kepalamu.
Titik hitam itu pintumu ke Syurga Firdaus insya Allah. 
Jangan lupa pada kami.
 Doakan kami mendapat keberuntungan seperti engkau. 
Kau telah menunaikan janjimu. Doakan kami seberani dan seistiqamah engkau.
Ibrahim Bilgen
Ibrahim Bilgen
1. Ibrahim Bilgen, 61 tahun, seorang insinyur listrik dari kota Siirt.
 Anggota Organisasi Kehormatan Insinyur-insinyur Listrik Turki. 
Aktif di politik melalui Partai Saadet menjadi calon legislatif pada
 pemilu tahun 2007 dan pemilu lokal di Siirt 2009. Menikah dan dikaruniai 6 orang anak.
Ali Haydar Bengi
Ali Haydar Bengi
2. Ali Haydar Bengi, 39 tahun, membuka usaha perbaikan telepon di Diyarbakir. 
Lulus dari Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Sastra Arab. Menikah dengan Saniye Bengi;
 dikaruniai empat anak, Mehunur (15 tahun), Semanur (10 tahun) serta kembar
 Muhamad dan Senanur (5 tahun)
Cevdet Kiliçlar
Cevdet Kiliçlar
3. Cevdet Kiliçlar, 38 tahun, dari Kayseri.
 Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Marmara; pernah 
menjadi wartawan untuk surat kabar National Gazette dan Anatolia Times.
 Setahun belakangan ia menjadi reporter sekaligus webmaster situs IHH 
(Insani Yardim Vakfi).
 Menikah dengan Derya Kiliçlar; dikaruniai seorang putri bernama Gülhan, 
dan putra bernama Erdem.
Çetin Topçuoglu
Çetin Topçuoglu
4. Çetin Topçuoglu, 54 tahun, dari Adana. 
Bekas pemain sepak bola amatir dan juara Tae Kwon Do, 
yang pernah melatih Tim Nasional Tae Kwon Do Turki. 
Menikah dengan Çigdem dan dikaruniai seorang putra, Aytek.
 Çigdem ikut di kapal Mavi Marmara, dan bertugas sebagai amirah (pemimpin) di kabin perempuan.
5-Necdet Yildirim
Necdet Yildirim
5. Necdet Yildirim, 32 tahun, seorang pekerja kemanusiaan IHH dari Malatya. 
Menikah dengan Refika Yildirim; dikaruniai seorang putri berusia tiga tahun, Melek.
Fahri Yaldiz
Fahri Yaldiz
6. Fahri Yaldiz, 43 tahun, seorang petugas pemadam 
kebakaran di kota Adiyaman. Sudah menikah dan dikaruniai 
empat orang putra.
7-Cengiz Songür
Cengiz Songür
7. Cengiz Songür, 47 tahun, dari Izmir. Menikah dengan Nurcan Songür; 
dikarunai enam putri dan seorang putra.
Cengiz Akyüz
Cengiz Akyüz
8. Cengiz Akyüz, 41 tahun, dari Iskenderun. Menikah dengan Nimet Akyüz ;
 dikaruniai tiga anak Furkan (14 tahun), Beyza (12 tahun) dan Erva Kardelen (9 tahun).
9-Furkan Dogan
Furkan Dogan
9. Furkan Dogan, 19 tahun, sedang duduk di bangku SMA di Kayseri
 High School dan sedang menunggu hasil ujian masuk universitas; 
bercita-cita jadi dokter. Putra dari Dr. Ahmet Dogan, seorang profesor 
di Universitas Erciyes. 
Furkan berkewarganegaraan dual Turki-Amerika, dan memiliki dua orang saudara.** 
(Sahabat Al-Aqsha, dari berbagai sumber berbahasa Inggris dan Turki)

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar