Cari Disini

Custom Search

Rabu, 22 Desember 2010

Mathias Ibo Fisioterapis Pertama di Timnas Indonesia



Mathias Ibo Fisioterapis Pertama di Timnas Indonesia
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mathias Ibo saat mendampingi kapten timnas Firman Utina latihan ringan akibat cedera

 JAKARTA - Publik sepak bola tanah air mungkin sedang memuja keberadaan seorang Christian Gonzales maupun Firman Utina dan Irfan Bachdim sebagai pahlawan baru bagi timnas dan sepak bola Indonesia. Bukan hanya mereka, para punggawa Garuda lainnya termasuk sang arsitek, Alfred Riedl dan asistennya Wolfgang Pikal juga tengah menjadi buah bibir yang terus disanjung masyarakat.

Keberhasilan mereka mengantarkan timnas Indonesia melenggang ke babak final AFF Suzuki Cup 2010 memang pantas diberikan apresisi yang tinggi dari seluruh rakyat Indonesia. Namun selain mereka, yang tak kalah ikut berperan dalam suksesnya langkah timnas sejauh ini di kancah Asean tersebut adalah solidnya barisan official timnas, termasuk peranan seorang Mathias Ibo. Fisioterapis pertama di tubuh timnas.

Ya, timnas Indonesia memang memiliki satu perangkat baru dalam official team yang sebelumnya tidak pernah ada di tubuh timnas, yaitu seorang fisioterapis. Dan orang yang dipercaya untuk mengemban tugas tersebut adalah Mathias Ibo.

Pria berwajah bule kelahiran Malang, 6 Desember 1978 tersebut dipercaya Badan Tim Nasional (BTN) menjabat sebagai fisioterapis setelah sebelumnya timnas hanya mengandalkan dokter tim dan tukang pijat bagi pemain yang cedera.

"Tugas saya adalah mendiagnosis cedera dan menyusun program latihan supaya pemain yang cedera itu cepat pulih. Tapi, jika ada pemain yang mengalami demam, diare, atau sakit lainnya, itu bagian dokter. Ada perbedaan jelas antara tugas dokter tim dan fisioterapis," ujar Mathias Ibo.

Lulusan Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda, jurusan sport physiotherapists yang berdarah campuran Indonesia-Swiss tersebut mengaku dipinang timnas saat pulang kampung mengunjungi keluarganya di Malang beberapa waktu yang silam melalui Iman Arif, Ketua BTN PSSI.

"Saya diminta beliau untuk jadi fisioterapis timnas," tutur Mathias Ibo.

Ditangannya, pasukan merah putih yang dibekap cedera saat bertanding mengalami kesembuhan yang relatif cepat hingga mampu kembali tampil prima pada laga-laga selanjutnya. Tak terkecuali cedera yang menimpa kapten tim, Firman Utina yang sempat cedera parah jelang semi final yang lalu. Berkat program-program yang dirancang Ibo, dalam waktu singkat Firman dapat kembali tampil prima 90 menit menghadapi Filipina.

Peranan seorang Mathias Ibo memang tak bisa dipandang sebelah mata. Usai ikut serta mengawal Garuda menembus final bersama timnas PSSI, kedepan ia mengaku mempunyai mimpi mendirikan pusat rehabilitasi bagi atlet maupun pemain yang cedera di Indonesia.

"Di Eropa, tiap klub profesional pasti memiliki fisioterapis. Sayangnya di sini belum banyak," kata Mathias Ibo.

Penulis: Alie Usman  |   Editor: Antonius ब्रमंतोरो(tribunnews
 

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar