Cari Disini

Custom Search

Minggu, 19 Desember 2010

Sejarah Baru Piala AFF, Rebutlah Indonesia



 Sejarah baru bakal tercipta di pentas sepak bola se-ASEAN, Piala AFF. Juara baru bakal muncul, bisa Indonesia bisa juga Malaysia.

Kedua negara ini bertemu di final, setelah sebelumnya saling tarung di babak penyisihan Grup A. Dan, kedua negara itu belum pernah juara. Maka, ini akan menjadi partai panas karena keduanya sama-sama ingin mengukir sejarah.

Indonesia lebih diunggulkan, karena mampu menghajar Malaysia 5-1 di penyisihan grup. Namun, bukan berarti langkah Indonesia bakal ringan di final yang akan digelar pada 26 dan 29 Desember nanti.

Namun, Indonesia lebih diuntungkan. Sebab, Firman Utina dkk lebih dulu bertandang ke kandang Malaysia. Biasanya, ini lebih menyulitkan tim yang menjadi tuan rumah lebih dulu.

Pada leg pertama, 26 Desember, Malaysia harus menang dengan gol sebanyak mungkin. Sehingga, di leg kedua mereka bisa mengurangi tekanan.

Namun, keharusan gol banyak itu juga sebuah beban berat yang justru akan menjadi tekanan psikologis buat tuan rumah. Indonesia sudah selayaknya memanfaatkan situasi ini dengan tetap bermain tenang dan solid seperti sebelumnya. Setidaknya, di kandang Malaysia jangan sampai kalah, sehingga pada leg kedua Indonesia bisa lebih leluasa.

Sebab, sudah terbukti dukungan ribuan penonton tak membuat Firman Utina tertekan. Sebaliknya, "Garuda" merasa terpompa semangatnya. Beda dengan timnas sebelumnya yang kadang jjustru terbebani ketika mendapat dukungan penuh.

Contohnya, pada Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 2004. Indonesia malah kalah di kandang. Beruntung, Indonesia akhirnya membalas di kandang Malaysia dengan kemenangan 4-1 dan lolos ke final.

Secara kualitas, Indonesia sudah membuktikan lebih baik dari Malaysia. Mentalnya juga demikian. Saat tertinggal 0-1 oleh Malaysia di penyirihan grup, Indonesia tak jatuh mentalnya. Sebaliknya, "Garuda" marah dan membalas lima gol hingga menang 5-1. Kemenangan yang tak hanya membuktikan mental kuat Indonesia, tapi juga kualitasnya lebih baik.

Kini, Firman Utina tinggal meningkatkan kualitas dan kekuatan mentalnya demi mencetak sejarah baru. Tapi, tak seharusnya pula Indonesia meremehkan Malaysia.

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar