Cari Disini

Custom Search

Jumat, 07 Januari 2011

[B] Kisah Sukses TKW yang Bisa Lulus S1, Dapat Beasiswa S2 Aussi & Menjadi Sutradara




Inilah Ketangguhan Ani Ema Susanti: mantan TKI asal Jombang, Ditawari Jadi Sutradara dan Beasiswa S2

Surabaya, Thursday, 19 June 2008- Para pelajar atau siapa saja, bisa berkaca pada keuletan dan ketangguhan Ani Ema Susanti. Berkat perjuangannya menjadi TKW di Hong Kong, gadis kelahiran Jombang 6 Agustus 1982 ini bisa menjadi sarjana.

Cita-cita Ani mengumpulkan uang untuk kuliah tercapai. Ia bisa bisa menyelesaikan studi di jurusan psikologi Untag. Tak hanya itu, ia juga diundang workshop master class dari Kalyana Shira Foundation di Jakarta untuk dilatih menjadi sutradara.

Gadis manis ini sekarang juga sedang menanti kucuran beasiswa dari International Fellowship Program Ford Foundation untuk melanjutkan S2 di Australia, mendalami tenaga kerja migran.
“Untuk yang sutradara, saya belum menjawab. Tapi, saya berharap permintaan beasiswa ke Ford Foundation bisa dikabulkan, sehingga saya bisa kuliah di Australia,” tuturnya.

Menjadi TKW bukanlah impian Ani. Itu terpaksa dilakukan karena orangtuanya tak mampu membiayai kuliah. Ia pun nekat bekerja di Hongkong pada keluarga Leung Yeuk Chung, dari 2001 hingga 2003. Tujuannya mengumpulkan uang untuk biaya kuliah. Ini ternyata terlaksana. Ia lulus Untag awal 2008.

Menjadi TKW tak membuat kreativitas Ani mandeg. Di sana, ia sempat menyutradarai film Helper Hong Kong Ngampus bekerja sama dengan TV swasta. Bintang film-nya para TKW.
Hebatnya, film dokumenter berdurasi 15 menit itu berhasil masuk lima besar dari 293 film yang diseleksi program Eagle Award di stasiun televisi Hongkong.

Tak hanya itu, Ani juga berhasil menulis buku perjalanan hidupnya sebagai TKW di Hongkong berjudul Once Upon Time in Hong Kong. Sekarang, buku ini sudah dicetak 3.000 eksemplar oleh penerbit di Solo. Buku setebal 120 halaman itu dijual Rp 20.000 dan bisa ditemukan di beberapa toko buku termasuk Gramedia.

Ditemui di tempat kerjanya di PT Adhiwiyata Karya Mandiri (AKM) di Sambikerep, Surabaya, Rabu (18/6), alumnus SMN 2 Jombang itu menuturkan sebagian kisah hidupnya kepada Surya.

Kepedihannya berawal pada krismon 1997. Usaha orangtuanya berjualan peralatan rumah tangga kolaps. Tanah dan sawah terpaksa disewakan. Melihat kesulitan ekonomi orangtua, Ani mencoba membantu. Ia bekerja di pabrik snack di Sidoarjo. Karena upah sangat minim, ia berhenti.

Pada 30 Juli 2001, ia bertolak ke Hongkong melalui PT Suka karya Sejati di Bekasi. Ia bekerja pada keluarga Mr Leung Yeuk Chung. Majikannya adalah kontraktor sekaligus pegawai perguruan tinggi. Kontrak kerja Ani berakhir 2003. Pada 10 Juli 2003, ia pulang kampung ke Jombang.

Selama di Hongkong, Ani senang, karena sang majikan memperlakukannya dengan baik. Hubungan harmonis. Ia diupah 3.670 dolar Hongkong atau sekitar Rp 4 juta. Pada tahun pertama, sebagian gaji dikirim ke ibunya di Jombang dan sebagian lainnya untuk mengembalikan biaya pengirimannya ke Hongkong.

Sedangkan pada tahun kedua, seluruh uang gajinya ditabung sebagai persiapan untuk mengikuti kuliah setelah pulang ke Indonesia. Selama dua tahun, ia berhasil mengumpulkan Rp 60 juta.

Sebagian uang itu digunakan untuk membayar kuliah di Untag. Tetapi, karena dinilai belum cukup, gadis setinggi 150 cm itu masih harus nyambi mengajar TK, SD, pengasuh anak TK, dan menjahit.
Berkat bantuan Upik Djalins, pendiri komunitas 1001 buku, dia berhasil menyelesaikan kuliah dan meraih gelar sarjana psikologi.

Sekarang, anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Mohamad Slamet dan Ny Siti Anisa itu bekerja menjadi trainer psikologi dan koordinator kejar paket B di PT Adhiwiyata Karya Mandiri.
“Saya bekerja di sini karena dimintai Bapak L Welem H Elimkusuma, selaku presiden direktur perusahaan,” ujar gadis yang hobi membaca dan menulis itu.

Wellem sangat bangga terhadap Ani. “Saya juga sangat mendukung kalau dia mau melanjutkan studi S2 di Australia,” ujarnya
http://www.surya.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=47879&Itemid=34

--------------

Hanya 1 'succes story' diantara 1.000 kasus kisah sedih TKW kita, apa artinya? ... 

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


1 Responses So Far:

IBU HAYATI mengatakan...

Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan >MBAH KABOIRENG< dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi >MBAH KABOIRENG< dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan >MBAH KABOIRENG< meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan >MBAH KABOIRENG< kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik >MBAH KABOIRENG< sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja >MBAH KABOIRENG< DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan >MBAH KABOIRENG< dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi >MBAH KABOIRENG< dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan >MBAH KABOIRENG< meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan >MBAH KABOIRENG< kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik >MBAH KABOIRENG< sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja >MBAH KABOIRENG< DI 085_260_482_111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

Poskan Komentar