Cari Disini

Custom Search

Sabtu, 08 Januari 2011

kebun teh terluas" didunia ternyata ada di indonesia(terletak dibawah kaki gunung tertingggi di sumatra)

Pada lekukan-lekukan bukit, perkebunan teh Kayu Aro menghijau dan menjadi ikon yang melegenda di Sumatera. Perkebunan ini dibuka pada tahun 1925 oleh perusahaan milik Belanda, NV. Namlodse Venotchaaf Handle Veriniging Amsterdam. Penanaman pertama dimulai pada tahun 1929 dan pabriknya baru berdiri pada tahun 1932. Sejak mulai dibuka, teh yang dihasilkan adalah teh hitam (ortodox) dan tampil menjadi salah satu teh hitam terbaik di dunia. Saat ini, teh kayu aro dinikmati oleh para bangsawan Inggris, termasuk Ratu Elizabeth sendiri. Di pasar dunia, kompetitor terberat produk kayu aro adalah teh darjeeling yang ditanam kolonialis Inggris di lereng-lereng Himalaya, Bengal Barat, India Utara. Darjeeling adalah nama sebuah distrik di India yang namanya sudah dipatenkan Komisi Teh India. Daun teh darjeeling disebut-sebut menghasilkan aroma dan rasa muscatel.

Menyusul kesuksesan Inggris dengan teh darjeeling di Bengal Barat, teh kayu aro merupakan proyek pertama Belanda di Sumatera untuk menyaingi monopoli perdagangan teh di Asia. Dengan lokasi yang tidak kalah fantastis, matahari bersinar kuat di lereng Kerinci dan temperatur cukup rendah pada malam hari, sehingga daun teh tumbuh secara lambat dan menghasilkan aroma yang khas. Meskipun teh darjeeling disebut-sebut menduduki peringkat paling baik dan paling mahal di antara jenis teh lain di dunia, namun pamor kayu aro juga sangat kuat di Eropa Barat, Eropa Timur, hingga Timur Tengah. Daun teh kayu aro disukai karena lebih bersih dari sumber polusi. Itu disebabkan lokasi perkebunannya yang memang “terpencil”.

Perbedaan teh kayu aro dari darjeeling adalah pada branding yang lemah. Pemerintah kita belum punya inisiatif untuk mematenkan produknya sendiri, apalagi mempromosikan mereknya ke dunia. Kebanyakan produksi teh kayu aro dilelang di Jakarta, lalu menyebar ke mancanegara. Teh asal Kerinci itu kemudian dijual dalam kemasan dengan merek yang berbeda. Dunia lantas mengenalnya sebagai teh asal Inggris, Swiss, Jepang, dan lain-lain. Salah satu merek teh kelas premium asal Inggris yang menggunakan teh kayu aro adalah Lipton. Jangan heran!

Perkebunan PTP berada pada ketinggian antara 1.401 sampai 1.715 dari permukaan laut. Luasnya 2.474.69 Ha, dan masih akan ditanami. Inilah membuat PTP VI kebun tertinggi dan terluas di dunia. Memperkerjakan sebanyak 2574 orang yang terdiri dari pemetik dan perawatan. Kemampuan produksinya, paling tinggi tercatat tahun 1998, yaitu 5.776.052 kg, tahun 1999 merosot menjadi 5.480.825 kg.

www.kompas.com.
www.freweb.com.
http://www.tribunjambi.com/read/artikel/2086
dan search di google,kebunteh terluas didunia.


sebuah catatan kecil diambil dari kisah para tokoh saat menikmati pemandangan teh kayu aro,dan menikmatinya:


Hamparan hijau tanaman teh bagai permadani. Di belakang Gunung Kerinci memagar dengan bentuknya yang sempurna. Hawa dingin yang menyentuh kulit, mendakan bahwa kita berada di ketinggian alam pegunungan.

Dari sisi mana saja memandang, hamparan tanaman teh dengan latar Gunung Kerinci selau terhidang. Perkebunan teh terluas dan tertinggi di dunia dengan gunung tertinggi di Sumatera. Gunung yang berdiri angkuh, seakan menjaga keelokan yang ada disana. Itulah Kayu Aro, nama daerah yang kemudian menjadi nama teh setempat. Teh “berkwalitet” nomor satu dunia, teh yang saban pagi dihidangkan untuk raja, ratu, pangeran dan putri kerajaan Belanda.




Perkebunan teh yang di kelola oleh PTP Nusantara VI (Persero) ini amat luas. Bukit-bukit kecil dalam jumlah banyak, nampak seperti ombak. Jalan tanah dan berbatu membelah-belah hamparan tenaman teh. Seruas jalan beraspal halus melintas di tengahnya yang menghubungkan kota Sungaipenuh (Propinsi Jambi) denan kota Solok (Sumatera Barat). Ditengah perkebunan, terdapat pabrik pengolahan teh, yang juga merupakan pabrik pengolahan teh terbesar di dunia. Rumah-rumah pimpinan perkebunan yang berwarna warni berjejer di sisi jalan. Rumah tua yang tertata rapi dan cantik. Rumah-rumah model begitu mengingatkan kita seperti rumah-rumah peninggalan Belanda di Menteng Jakarta, Jalan Dago Bandung atau villa-villa di Cipanas, Jawa Barat. Ini saja, sudah membawa suatu suasana baru bagi pengunjung.

Begitu memasuki kawasan perkebunan, langsung disambut Gunung Kerinci. Takjub begitu tiba-tiba puncak gunung sudah berada di hadapan mata. Inilah salah satu gunung melegenda di Sumatera karena ketinggian, hutan dan binatang buasnya. Bila jalan raya diikuti terus, maka sekonyong-konyong berada di kakinya. Besar, menjulang dan kokoh. Puncak terdapat luka karena lelehan lahar. Betapa kerdil manusia berada dibawah raksasa berwarna biru itu.

Gunung Kerinci dan perkebunan teh dua keindahan alam. Hamparan tanaman teh saja sudah cantik. Gunung Kerinci itu sendiri elok pula. Sulit untuk mengatakannya. Dengan kata apa harus melukiskannya. Seindah lukisan karean komposisinya lengkap.

Bermalam di salah home stay milik di Kersik Tuo, harus berbekal selimut tebal. Tidur serasa dibawah lindungan raksasa biru berharap-harap tak ada kabut menyelimutinya. besok pagi. Home stay yang terletak di kaki Gunung Kerinci, dan menghadap langsung ke gunung tersebut.

Bagunlah pukul 06.00. Ketika jendela dibuka, Gunung Kerinci memperlihatkan bentuknya yang sempurna itu ketika matahari menyinarinya dari sisi kanan. Beberapa orang bule, tau – tau sudah ada saja di kebun teh menghadap gunung. Kindahan pagi itu jangan sampai dilewatkan. Untuk itu saja umumya orang datang kesana.


Pagi yang masih terasa menggigit, para pemetik teh menunaikan tugasnya. Para petani, dengan gerobak sapi, beriring-iringan di jalan – jalan menuju ladang masing-masing. Waktu begitu lambat tarasa disini, sebagaimana gerobak-gerobak tadi berjalan gontai. Namun, waktu terasa begitu pendek karena Gunung Kerinci cepat ditutupi kabut seiring naiknya matahari.

Kayu Aro
Perkebunan teh PTP VI dengan panorama Gunung Kerinci, unggul untuk wisata keluarga. Perkebunan teh ini dibuka oleh NV. Handie Veriniging Amsterdam), sebuah perusahaan Belanda pada tahun 1925 sampai 1928. Penanaman dimulai setahun kemudian dan pabrik teh didirikan tahun 1932. Sejak dibuka, teh yang dihasilkan adalah jenis teh hitam (ortodok). Pada tahun 1959, pemerintah melakukan nasionalisasi. Sampai saat ini masih dikelola dengan baik.

Hasil teh PTP VI, yang lebih dikenal dengan teh Kayu Aro, seluruhnya di ekspor, yaitu ke Eropa, Rusia dan pecahannya serta Timur Tengah. Di Eropa, teh Kayu Aro paling tinggi mutunya. Rasa dan aromanya sangat khas. Karenanya teh Kayu Aro mendapat tempat yang terhormat di masyarakat Eropa. Di kalangan istana Belanda, teh Kayu Aro menjadi hidangan utama.

Perkebunan PTP berada pada ketinggian antara 1.401 sampai 1.715 dari permukaan laut. Luasnya 2.474.69 Ha, dan masih akan ditanami. Inilah membuat PTP VI kebun tertinggi dan terluas di dunia. Memperkerjakan sebanyak 2574 orang yang terdiri dari pemetik dan perawatan. Kemampuan produksinya, paling tinggi tercatat tahun 1998, yaitu 5.776.052 kg, tahun 1999 merosot menjadi 5.480.825 kg.

Mengapa sampai teh Kayu Aro begitu terkenal di Eropa, Sahriza, Kepala Bagian Umum, PTP VI, mengatakan tanaman teh diperlakukan dengan baik. Dirawat seperti orang merawat tanaman hias di halaman rumah. Saban hari diperhatikan dan dirawat. “Memetiknya tidak boleh sembarangan. Jangan diremas atau pakai sabit. Daun yang dipetik dengan standar tertentu dan harus seragam,” kata Sahriza.

Kayo Aro sangat pantas dikembangkan sebagai obyek wisata agro. Apalagi didukung dengan keindahan Gunung Kerinci. Namun, PTP VI, belum ada langkah kesana. Misalnya saja menyediakan fasilitas inap di areal perkebunan. Banyak orang mengira bahwa di Kayu Aro ada hotel yang repsentatif sebagaimana terdapat di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat. Soal itu, Sahriza mengatakan, “Memang idenya ada. Kesulitan kami soal investasinya.”






Di Kayu Aro ada 4 buah penginapan kecil. Keempat penginapan tersebut masih pada tingkap home stay yang dikolala secara apa adanya. Home stay tersebut dibawah binaan WWF Kerinci. Memang, Kerinci banyak menarik wisatawan asing. Karena itu WWF memberikan bimbingan kepada pemilik rumah sekedar layak menerima tamu asing. Salah satunya adalah home stay milik Darmin. Ia mendapat pelatihan dari WWF. Pada mulanya WWF pula yang meromendasikan tamu untuknya. Maka home stay-nya banyak dikunjungi oleh turis asing. Bahkan, beberapa turis yang tercatat di buku tamunya sudah berulang kali singgah ketempatnya. “Bagi orang asing, yang penting adalah kamar mandi harus bersih dan tempat tidur tidak bau. Soal kemewahan tak penting bagi mereka,” terang Darmin.




Home Saty yang terdapat di Kersik Tuo, Kayu Aro adalah, Bandi, Kliwon (Darmin), Paiman, Wandi. Semuanya di Jalan Raya Kayu Aro. Tarif bermalam rata – rata 6000 - 7500 rupiah satu malam. Sedangkan makan, lain lagi tarifnya. Makan apa saja bisa dibuatkan. Tentunya makanan setempat. “Mau nasi goreng, ayam goreng, kita buatkan,” kata Darmin.

Kayu Aro, adalah sebuah kecamatan. Satu jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dari kota Sungaipenuh. Juga ada angkutan umum yang menuju kesana. Bila ingin bermalam di kota Sungaipenuh, cukup banyak hotel yang baik juga tersedia berbagai macam makanan yang lezat.


Lain lainnya apa ?
Ke Sungaipenuh atau ke Kayu Aro, tidak hanya kebun teh dan Gunung Kerinci. Selain terkenal dengan Gunung Kerinci, juga ada Danau Kerinci. Danau ini hanya beberapa kilo meter saja dari kota Sungaipenuh. Danau Kerinci dapat dikelingingi dengan kendaraan roda empat. Jalan raya tersebut juga menghubungkan Sungaipenuh dengan Bangko. Hanya saja, Danau yang terkenal ini tidak mendapat perhatian.

Danau Kerinci sudah dikepung oleh sawah dan kebun. Terjadi proses pendangkalan dan penyempitan pada danau ini yang kemudian dijadikan sawah oleh warga. Tidak ada yang bisa dinikmati disini seperti yang terdapat di Danau Maninjau, Danau Singkarak apalagi Danau Toba. Andainya saja Danau Kerinci ditata lingkungannya dan dipikirkan masa depannya, tentu akan menambah daya tarik Sungai Penuh sebagai kota wisata. Kemungkinan danau ini akan berubah menjadi daratan besar sekali.

Kawasan Kerinci dan hutan – hutan di Bukit Barisan, merupakan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Luasnya 1.4 juta hektar. Menjadikannya sebagai taman nasional terbesar di Sumatera dan salah satu taman nasional penting di Asia Tenggara. Gunung tertinggi kedua di Indonesia dan danau kawah tertinggi di Asia Tenggara terdapat disini.

Kerinci Seblat merupakan rumah yang nyaman bagi flora dan fauna yang juga tinggi keragamannya. Diperkirakan ada sekitar 4000 jenis tanaman yang tumbuh di dalam kawasan ini, termasuk bunga terbesar di dunia, yaitu Rafflesia Arnoldi dan bunga tertinggi di dunia Amorphophallus sp. Ada 15 jenis burung endemik bahkan beberapa jenis mamalia tidak ditemukan di tempat lain di suluruh dunia.

TNKS menjanjikan sejumlah petualangan. Pendaki seluruh dunia datang untuk mendaki Gunung Kerinci. Gunung Kerinci selain menyajikan tantangan, juga menyuguhkan pengalaman yang luar biasa, terutama hutan dan kawahnya. Dari puncak, pandangan tanpa batas. Betapa luas hutan Sumatera yang terkenal itu dapat disaksikan. Pendakian umumnya dimulai di Kersik Tuo.

Bagi yang berminat treking, TNKS merekomendasikan sejumlah jalur. Namun, jalur treking tersebut tidak dianjurkan untuk perjalanan keluarga karena membutuhkan paling sedikit 3 hari perjalanan. Selain itu, medan jelajahnya yang berat membutuhkan kesiapan pisik dan dukungan logistik cukup pula. Bagi penjelajah sejati, rute treking akan sangat menarik selain memiliki tantangan alam, juga akan mendapatkan pengalaman yang tidak diperoleh dimanapun, seperti kemungkinan bersua dengan harimau, badak, tapir, beruang atau Suku Kubu yang hidup nomaden.

Jalur – jalur tertentu masih dipakai secara tradisionil oleh penduduk setempat sebagai jalur perdagangan antar desa dan dusun di hutan.

Untuk penjelajah serius, sangat dianjurkan membawah penunjuk jalan dan membawa porter. Seorang penjuk jalan yang berpengalaman umumnya meminta bayaran 40.000 rupiah sampai 50.000 sehari. Sedangkan porter, 30.000 sampai 40.000 sehari.


ulasan di koran nasional KOMPAS DAN PERNAH MASUK DIKORAN NASIONAL BELANDA PADA TAHUN 2000:

KOMPAS.com - Kerinci, di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat, bisa dibilang surga dunia wisata. Kawasan ini tak saja memiliki banyak pesona alam dan budaya, tetapi semuanya hadir bersama: gunung, danau, air terjun, kebun teh, hutan taman nasional, peninggalan bersejarah, dan seni tradisional.
Mari kita daki Bukit Kayangan, satu kawasan puncak di Sungai Penuh, pusat kota kabupaten yang telah dimekarkan dan berjarak 10 kilometer dari pusat kota.
Memandang ke arah barat, pepohonan rimbun memenuhi gugusan Bukit Barisan. Berpaling ke timur, Kota Sungai Penuh terhampar di sebuah lembah bepermukiman padat. Tampak pula Danau Kerinci dengan airnya yang kebiruan.
Di puncak bukit itu kita bisa merasakan udara dingin yang segar. Kabut dengan cepat menyelimuti seluruh pemandangan. Bak berada dalam dunia mimpi. ”Bukit ini jadi favorit wisatawan yang ingin menikmati seluruh kawasan Kerinci dari kejauhan,” papar Sofa, warga Sungai Penuh, awal Mei lalu.
Turun dari Bukit Kayangan, kita bisa menuju Kayu Aro, sentra pertanian hortikultura dan perkebunan teh di kaki Gunung Kerinci. Hamparan kebun teh tua membentuk petak-petak seperti motif beludru. Tak hanya menawan, kebun ini juga punya banyak keunikan.
Didirikan Belanda tahun 1928, Kebun Teh Kajoe Aro menjadi satu hamparan teh terluas di dunia, 2.624 hektar, yang mencakup 29 desa. ”Teh Kajoe Aro menjadi langganan para bangsawan di Eropa,” kata Saiful Kholik Tanjung, Asisten Kepala Perkebunan Teh PTPN VI di Kayu Aro.
Di atas beludru hijau itu, Gunung Kerinci terlihat gagah. Menjulang setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung vulkanik tertinggi di Sumatera. Tak jauh dari kawasan ini terdapat Danau Gunung Tujuh pada ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut, sebagai danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara. Indahnya....
Kerinci terasa semakin sempurna ketika kita mengetahui bahwa daerah itu juga kaya akan seni dan budaya tradisional, terutama tari dan lagu, yang rutin digelar pada Festival Danau Kerinci di pelataran danau. Selain itu, ada pula sejumlah batu besar peninggalan zaman megalitik pada awal Masehi, Danau Kaca, Rawa Bento, Air Terjun Telung Berasap, dan Air Panas Sumurup.
Daftar wisata alam di Kerinci sekitar 20 obyek. Semuanya punya pesona kuat karena umumnya masih perawan alias terpelihara dengan baik.
Saking indah dan lengkapnya pesona alam di kawasan ini, muncul sebutan yang agak bombastis: Kerinci bagaikan sekepal tanah surga di dunia.
”Pokoknya, jangan mati sebelum ke Kerinci,” demikian pesan Bustomi (45), warga Gunung Tujuh, Kerinci.
Akses sulit
Sayangnya, berbagai potensi alam itu tak didukung infrastruktur memadai. Sarana pendukung seperti jalan raya, angkutan umum, dan penginapan kurang menunjang. Ini problem klasik yang menimpa banyak pengembangan wisata di Tanah Air. Soal akses jalan raya bisa menjadi masalah serius.
Kerinci saat ini bisa diakses dari tiga lokasi, yaitu dari Tapan dan Solok Selatan, Sumatera Barat, serta Bangko, Jambi. Di antara ketiga akses itu, hanya jalan dari Solok Selatan menuju Sungai Penuh yang kondisinya baik, walaupun berkelok-kelok. Sementara, dari Tapan dan Bangko, jalannya hancur-hancuran.
Jalan dari Kota Bangko menuju Kerinci sepanjang 60-an kilometer sudah lama rusak. Begitu pula ruas dari Tapan menuju Sungai Penuh. Lubang besar, aspal terkelupas dan retak-retak sangat mengganggu perjalanan.
Beberapa titik di jalanan yang berkelok-kelok di atas bukit itu juga longsor. Saat hujan deras, longsoran kerap menyelimuti badan jalan. Kendaraan sulit melintas, bahkan jika melintas bisa tertimbun reruntuhan tanah merah.
”Jalan di sini deg-degan terus. Takut tergelincir masuk jurang atau terkena runtuhan longsoran,” ujar Faisal, pengunjung dari Jakarta.
Sebenarnya ada juga transportasi udara, dari Bandar Udara Depati Parbo di Sungai Penuh. Setelah hampir tiga tahun ditutup, bandara itu belakangan ini beroperasi kembali.
Perjalanan udara dari Kota Jambi ke Kerinci dapat ditempuh satu jam saja. Namun, frekuensi penerbangannya rendah. Sebulan terakhir ini satu-satunya maskapai penerbangan dari Jambi menuju Kerinci, Riau Airlines, bahkan tidak lagi beroperasi, dari semula dua kali seminggu.
Transportasi umum lainnya juga minim. Untuk menempuh perjalanan darat selama 10-12 jam dari Jambi ke Kerinci hanya tersedia sejumlah minibus dan bus ekonomi. Tingkat kenyamanannya jauh dari memadai.
Hotel yang berfasilitas baik masih terbatas. Tapi, di Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, ada sejumlah rumah warga yang dijadikan home stay. Tamu bisa menginap di sana sambil larut dalam kehidupan warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani sayur.
Lemahnya infrastruktur membuat pesona alam Kerinci menjadi terabaikan, bahkan seperti terisolasi. Akibatnya, Kerinci belum menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan domestik, apalagi mancanegara.
Penurunan
Persoalan infrastruktur menyebabkan jumlah wisatawan asing ke Kerinci terus menyusut dalam tiga tahun terakhir. Menurut catatan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (DPOKP) Kerinci, tahun 2007 terdapat 2.629 wisatawan asing. Jumlah ini menurun menjadi 2.601 orang pada 2008, dan melorot lagi menjadi 2.267 orang pada 2009.
Menurut Kepala Dinas DPOKP Kerinci Arlis Harun, rata-rata 70 wisatawan mengunjungi sejumlah obyek wisata di Sumatera per hari, dari arah selatan. Ketika melewati Kota Bangko yang merupakan pintu gerbang menuju Kerinci dan Sumatera Barat, wisatawan asing umumnya memilih untuk meneruskan perjalanan ke Sumatera Barat. Soalnya, jalan dari Kota Bangko menuju Kerinci rusak berat.
”Banyak wisatawan yang batal mengunjungi Kerinci setelah tahu jalannya hancur. Bagaimanapun, infrastruktur memang jadi salah satu pertimbangan utama wisatawan,” tutur Arlis.
Ketua Asosiasi Agen Travel (Asita) Jambi Ali Siwon mengatakan, lebih dari 60 persen wisatawan yang berkunjung ke Kerinci datang dari Padang, bukan dari Jambi. ”Infrastruktur dari Padang jauh lebih baik sehingga wisatawan lebih nyaman menempuh jalur itu,” ujarnya.
Itulah fakta saat ini. Jika tak dibangun infrastruktur yang memadai, surga dunia tersebut tentunya akan terus terpinggirkan. Jargon ”jangan mati sebelum ke Kerinci” agaknya menjadi sebatas wacana saja.


komentar prof dr.amien rais(mantan ketua MPR RI)terhadap kerinci:

"jangan mati dulu kalau belum kerinci"

komentar ms kabban mantan menteri kehutanan RI:

"kerinci seperti emas didalam tanah,kalau semua orang tau akan kerinci maka enggan kaki untuk pergi dari ngeri sakti ini.

komentar ratu belanda :
teh itu(kayu aro)takkan pernah tergantikkan untuk minum sehari-hari ku"

vokalis seventeen:
kerinci begitu indah,dan untuk video klip terbaru akan kami buat di negeri ini... saya pasti akan kembali kesini.PAST!!

member idnetlog.com.
perjalanan kekerinci tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup begitu indah kampung ini, begitu tenang hidup disini. jika ada orang stress" dibawa kerinci mungkin mereka akan sembuh.

anggota DPR RI PKS:

luar biasa.. allah begitu sayang dengan negeri ini,kerinci merupakan negeri virgin" yang belum dirusak sama sekali oleh manusia,kalau ada kesempatan saya pasti akan kembali kesinin.. tunggu saya kerinci/..!!


matta band:
kami menganggap kerinci sperti emas yang tersimpan didalam peti yang belum tersentuh sama sekali,sehingga apabila emas itu dikeluarkan maka kilauannya,akan berbeda dengan laiinya.

the titans:

kami pasti kembali kesini(kerinci)untuk berlibur bersama istri-istri kami sungguh kerinci sangat indah.

soeharto (alm) matan presiden RI

kerinci sedang ditimpa musibah,(gempa bumi 1995)tetapi kenapa kerinci masih melihatkan keindahaanya?

jurnalis inggris william paul:
anda tahu inggris sangat indah,amerika,hawaii,bali,tapi keindahan mereka tidak semurni KEinidahan KERINCI"
(jurnalis ini dapat anda jumpai dikerinci karena saking cintanya dengan kerinci paul sudah 4 tahun menetap dikerinci,alamatnya di kersik tuo,,apabila anda berkunjung kekerinci maka mainlah kerumahnya..^_^

warga malaysia:

Saya orang Malaysia. Datuk saya berasal dari Desa Lubuk Paku, Sg Penuh. 2005 saya kesana melalui padang. Gunung kerinci begitu hebat, nasib baik dapat melihat puncaknya. Melintasi danau kerinci untuk kelubuk paku melalui jalan menyusuri sungai. Indah dan terharu berjumpa saudara mara walau dalam waktu singkat. InsyaAllah akan kembali lagi.dengan membawa teman-teman.

ada banyak komentar tokoh-tokoh pentinga lainnya,
silahkan anda berkunjung kenegeri ini.rasakan sediri manfaatnya"diJamIN!!^_^


note:
dikerinci begitu banyak pariwsata yang anda jumpai bukan hanya kebun teh kayu aro saja,anda juga akan menjumpai danau tertinggi diasia tenggara danau gunung tujuh(danau ini di kelilingi tujuh gunung),air panas semurup(air panas berasal dari gunung kerinci)gunung merapi aktif tertinggi diasia tenggara,danau kerinci,air terjun tingkat 12,air terjun teluk berasap,
dan tentu dunia magis akan anda jumpai juga disini..>>maka sempatkan mampir kesana walaupun satu kali,,eitzz,, tapi tidak menjamin apabila anda akan datang yang kdua kalinya,bahkan ke seratus kalinya.
berikut ini saya tampilkan fhoto kebun tehnya:



1. 
2.
3.
4.

5.

anda penasaran???kunjungi keebun teeh tersebut.....masyarakat dissana sangat ramah.....^_^

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


5 Responses So Far:

melaka,malaysia mengatakan...

istri sya org kerinci,dia slalu crta sma sya,dia ckap kerinci itu sngt indah,sejuk,ada gunung,kebun teh,tp sya tak teruja sngat,tpi stelah sya plang ke sna bln 10 thn lpas,sya sngt terpegun ketika melalui kebun teh,dlm hti sya,alngkah indah nya ciptaan tuhan di dunia yg terpencil ini,keindahan nya tak bisa di ungkap dgn kata-kata,sya hnya bisa berkata,Saya akan datang lagi ke kerinci!!!! Sya akn bwa kluarga saya.

acak-aCak mengatakan...

admin:tuan malaka,,senang sekali anda mau berbagi dengan kami di situs -acak-acak.kami masyarakat kerinci menunggu dengan senang hati di kerinci,,,salam untuk keluarga di malaysia,,

Andria lgk mengatakan...

Wow keren saya anak kerinci sagat bangga menjadi orng kerinci....keren

Novrialdi Dwi Putra mengatakan...

keren juga ya Kabupaten kerinci, Provinsi Jambi.
mempunyai kebun teh terluas di Dunia.
I LOVE YOU INDONESIA

Novrialdi Dwi Putra mengatakan...

wow.,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
keren juga ya kabupaten Kerinci, Provinsi JAMBI.,
punya kebun teh terluas di Dunia.

Poskan Komentar