Cari Disini

Custom Search

Jumat, 14 Januari 2011

Kepadamu Pemuda Islam, Jadilah Seteguh Pemuda Kahfi, Setegar Ashabul Uhdud, dan Setangguh Tentara Thalut


43Share



Mengagumkan pemuda itu! Sedahsyat apapun sebuah bom tak akan bisa meledakkan jika detonatornya mati atau tak berfungsi. Demikian juga “bom umat” ini tak akan bisa melawan musuh jika sumbu pemicunya tidak aktif. Begitulah urgensi pemuda di tengah umat, mereka adalah ibarat detonator yang memicu ledakan kekuatan umat ini.
Tanpa peran aktif pemuda, kekuatan akan rapuh, kejayanpun mudah runtuh dan perjuangan takkan teguh.
Sungguh memang mengagumkan ihwal pemuda itu. Darinya muncul berjuta potensi yang mencerahkan. Selain itu mereka mempunyai semangat membara yang meledak-ledak bagaikan inti nuklir saat membelah. Tak heran jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sendiri mengabadikan kisah-kishnya dalam Al Qur’an sebagai teladan.
Seteguh pemuda kahfi
Dengan kalimat suci Allah mengabadikan kisahnya dalam kitab yang senantiasa terjaga. Tujuh orang pemuda beriman yang menjadi ayat teladan para pejuang sepanjang zaman .
Merekalah pemuda kahfi yang teguh berjuang melawan super power Imperatur Romawi. Perjuangan menegakkan tauhid yang tak pernah lapuk oleh panasnya ujian. Dahsyatnya tekanan semakin membuat mereka berkobar untuk melawan. Celaan dan hinaan pun tak membuatnya bergeming untuk mundur. Bahkan dahsyatnya dinding penjara laksana taman surga yang didamba setiap jiwa.
Sampai akhirnya mereka rela meninggalkan gemerlapnya istana menuju gua demi sebuah misi mentauhidkan Allah di saat semua manusia menyekutukan-Nya. Luar biasa kisah mereka sampai Allah mengabadikannya dalam ayat suci-Nya. ` (Al Kahfi:13)
Setegar ashabul uhdud
Inilah kisah pemuda perkasa yang meledakkan setiap orang yang membacanya. Ialah pecinta sejati yang kisahnya wangi dalam kalam ilahi. Dalam surat Al Buruj Allah mengabadikannya. Ia adalah pemuda militan dan perkasa. Perjalanannya penuh kegetiran yang mendera jiwa, perjuangan-nya penuh duka nestapa yang hampir menggoncang keimanannya. Tapi ia tetap tegar.
Kerasnya intimidasi tak membuat langkahnya tehenti mes-ki seorang diri. Sampai akhirnya para thogut membuat makar tuk membuat matanya terpejam sela-manya. Ia tetap gagah perkasa. Keikhlasan imannya membuat ia “murah” menjual dirinya dalam perjuangan. Akhirnya iapun syahid dalam cinta-Nya. Semua umat ber-iman pada Allah lewat baktinya. Betapa ia telah menjadi detonator bagi umat di zamannya. Begitulah beharusnya pemuda perkasa.
Setangguh tentara thalut
Siapa yang tak kenal ketangguhan tentara thalut dalam Al Qur’an, segelintir pemuda pekasa yang tahan ujian disaat api perjuangan tersulut semakin membara.
Mereka adalah para pemuda yang siap membela harga diri agama. Sedikitnya jumlah mereka tak membuat mereka gentar dan berpaling dalam berjuang. Merekalah para pemuda uang tersaring dalam tarbiyah imaniyah dan jihadiyah.
Yaitu generasi tauhid yang Allah karuniai “Bastotan fil ‘ilmi wal jism” kuat dalam ilmu dan jasad. Sebuah karunia yang lebih mulia dari harta dan tahta. Subhanallah! Allahu akbar!
Di manakah kita dari mereka
Saudaraku pemuda Islam! Di-manakah kita di antara kisah mereka? Dimanakah kita diantara perjuangan mereka? Sudahkan kita mengambil teladan dari mereka dalam berjuang membela agama? “Allah mengabadikannya dalam ayat suci-Nya.” (Al Kahfi:13)
Saudaraku ..! Al Quds menangis bersimbah darah, Iraq berteriak diantara dentuman mesiu, Afganistan tertawan musuh, Checnya terluka, Filipina terhina dan Kasmir tersingkir. Sementara para pemuda semakin terlena degan tugas-nya.
Begitukah sosok pemuda?
Di manakah pecinta sejati ketika kekasihnya ditelanjangi hak-hak-nya, setelah itu dinodai dan dicampakkan penuh nista? Masih adakah para laskar cinta bagi kekasih sejati? Ataukah hanya isapan jempol! Dalam lagu dan syair tak berguna?
Kepadamu pemuda Islam
Wahai pemuda Islam …!
Masih adakah setetes semangat untuk benahi umat ini? Masih adakah sedikit sisa tenaga untuk ikut andil dalam gelora perjuangan ini? Ketahuilah, seandainya engkau tak berjuang , bagi Allah tak sedikit-pun terkurangi kejayaan-Nya. Akan tetapi kitalah yang sebenar-nya membutuh-kan perjuangan itu.
Demi Allah, tanpa ikut dalam perjuangan, hampir-hampir keberadaan pemuda laksana tidak ada. Siapapun engkau entah dokter, arsitek, bisnisman, pengajar lebih-lebih mahasiswa, punya tanggung jawab menjunjung kejayaan dien ini.
Jadilah pemuda perkasa yang rela melebur, mencair dan meleleh dalam panasnya perjuangan suci ini. Yaitu pemuda Islam yang kakinya bercokol di bumi tapi cinta dan asa-nya terbang tinggi tak hanya setinggi langit, bahkan meluncur menembus langit menjemput kekasih sejatinya dalam taman perjuangan .
Hanya dengan berjuang kejayaan Islam akan kembali berseri-seri. Oleh karena itu tak ada kata lain selain kita harus berjuang, berjuang dan terus berjuang, dan janganlah berbahagia hingga kakimu menginjak di surga. Begitulah seharusnya pemuda perkasa yang penuh dengan cinta!
Sungguh, di dalam Al-Qur’an itu terdapat kisah-kisah perjuangan yang wajib kita teladani, Al-Qur’an layaknya buku Sejarah yang otoritatif dan langsung dari Allah
Marilah kita mulai mengaji lalu mengkaji Al-Qur’an
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan* di dalamnya;
.
.
*tidak ada dalam Al-Qur’an itu ma’na-ma’na yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar