Cari Disini

Custom Search

Rabu, 09 Februari 2011

Munarman : Bongkar Penipuan Ahmadiyah !




    Ketua Bidang Nahi Munkar Dewan Pimpinan Pusat - Front Pembela Islam (DPP-FPI), H. Munarman, SH, meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera membongkar 'penipuan' yang selama ini dilakukan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI).

    “Pengurus Ahmadiyah telah banyak melakukan penipuan. Saya minta agar mereka segera diseret ke penjara,” kata H. Munarman kepada redaksi, Selasa (8/2) siang.

    Dalam proses perekrutan anggota baru misalnya. Dari hasil penemuan di lapangan, H. Munarman menerangkan bahwa modus yang kerap dilakukan Ahmadiyah dalam perekrutan anggota baru adalah melalui pelaksanaan pelatihan membaca al-Qur`an.

    “Untuk kamuflase mereka (pengurus Ahmadiyah) mengajak calon anggota untuk mengikuti pelatihan membaca al-Qur’an,” terang mantan Koordinator Kontras dan mantan Ketua YLBHI tersebut.

    Biasanya, kata H. Munarman, anggota baru ini akan dikunjungi rumahnya secara rutin oleh pengurus Ahmadiyah. “Bahkan mereka diberi sejumlah uang oleh pengurus Ahmadiyah,” katanya.

    Setelah hubungan personal terbina, tambah beliau, barulah anggota baru itu didoktrin dengan ajaran Ahmadiyah dan mewajibkan mereka mentaati berbagai aturan yang ditetapkan pengurus.

    “Kebanyakan orang yang bergabung itu bukan karena keyakinan akan kebenaran ajaran Ahmadiyah. Melainkan karena pendekatan personal yang berawal dari pelatihan membaca Qur’an tadi,” tambahnya.

    Sementara itu, dari fakta-fakta yang ditemukannya itu, H. Munarman menilai bahwa Ahmadiyah telah banyak melakukan penipuan.

    Misalnya ada aturan yang wajib dilaksanakan anggota Ahmadiyah adalah iuran rutin setiap bulan sebesar seperenambelas dari penghasilan anggota. Iuran ini disetor ke pengurus.

    “Selain itu, Ahmadiyah juga menerapkan kewajiban canda wasiat. Yakni kewajiban bagi anggota yang mati untuk menyerahkan sepertiga hartanya kepada pengurus,” papar H. Munarman.

    Bila ada anggota yang tidak mampu membayar dua kewajiban itu, maka Ahmadiyah menetapkannya sebagai hutang.

    Lebih lanjut H. Munarman menjelaskan bahwa anggota yang meninggal dunia lalu membayar iuran canda wasiat, maka si anggota tadi berhak dimakamkan di Bihishti Maqbra yang artinya kuburan surga yang terletak di Pakistan.

    “Hal inilah yang sering didoktrin dan dijanjikan pengurus Ahmadiyah kepada seluruh anggota” tandasnya.

    “Soal iuran tadi misalnya. Seharusnya pemerintah melakukan audit keuangan kepengurusan Ahmadiyah, karena telah menghimpun dana dari masyarakat. Kalau tidak ini sama saja dengan penipuan. Pengurus Ahmadiyah harus diseret ke penjara!” katanya.

    Pemerosesan pengurus Ahmadiyah ke ranah hukum ini harus dilakukan aparat penegak hukum.

    “Jika tidak, maka akan banyak masyarakat awam yang terjerat tipu muslihat pengurus Ahmadiyah. Hal inilah yang luput dari perhatian banyak pihak," demikian ucap H. Munarman
    hidayatullah.com

    Sumber : fpi.or.id

    ARTIKEL TERKAIT





    Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

    Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

    Thank You


    0 Responses So Far:

    Poskan Komentar