Cari Disini

Custom Search

Sabtu, 05 Maret 2011

EKSLUSIF:suasana nyepi dibali.



 
 
 
Walaupun tidak bisa melaksanakan Catur Brata Penyepian (terutama amati karya/tidak boleh bekerja) namun teman2 dari Bali yang tergabung dalam Sekaa Hindu Dharma Parrot Cay, kemarin melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka 1930. Seperti biasa, persembahyangan dilaksanakan di salah satu sudut pulau pribadi ini yang bernama Shambala Lake. Berbagai ritual tradisi Balipun mewarnai perayaan Nyepi kali ini diantaranya ngelawar.
Quote:

Persiapan upacara termasuk banten2 dan gebogan (sesajen) dipusatkan di sebuah sudut staff village yaitu Br. Cengblonk. Panitia upacarapun sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tidak ketinggalan pula seksi konsumsi mengeluarkan segala jurus kemampuan masak memasak sehingga makanan yang tersaji menjadi mantap dan mendekati atau bahkan hampir sama rasanya seperti masakan di Bali. Tiga jenis masakan favorit kemarin adalah lawar kacang, lawar klungah dan juga jukut ares (sayur dari pohon pisang yg masih muda). Total biaya yang dihabiskan untuk perayaan Nyepi kemarin adalah kurang lebih USD 400.
Quote:
Persis seperti di Bali, perayaan Nyepi kali inipun diwarnai oleh segala gumatat gumitit (serba serbi) aktifitas yang mungkin kurang pas dengan makna dari Nyepi itu sendiri yaitu main ceki dan game tembak (domino). Itulah tradisi dan budaya Bali, dimanapun dan kapanpun, entah itu sejalan dengan makna hari raya itu sendiri ataupun sedikit melenceng, tetapi tetap dijalani karena yang lebih mendominasi adalah semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Berikut ini beberapa skrinsyut dari perayaan tersebut


KARIBIA atau India Barat sebuah pulau yang terdapat di India


(klik image untuk memperbesar)


Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Spoiler for gambar:




Foto Dokumen pribadi !!Pulau Bali dihuni 3,89 juta jiwa dan ribuan wisatawan mancanegara maupun nusantara yang menikmati liburan, terasa sunyi dan hening saat umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1933, Sabtu (5/4). Sejumlah tempat wisata dan pusat perekonomian lain yang sehari-hari diwarnai kemacetan lalu lintas berubah total menjadi sunyi senyap bagaikan pulau mati tanpa penghuni. Hal ini karena umat Hindu "mengurung" diri melaksanakan empat pantangan.

Pantangan yang wajib dijalani sambil melakukan introspeksi diri berlangsung selama 24 jam sejak pukul 06.00 Wita sebelum matahari terbit hingga pukul 06.00 waktu keesokan harinya. Tapa Brata Penyepian pada peralihan tahun saka 1932 ke 1933 meliputi amati karya (tidak bekerja dan tidak melakukan aktivitas), amati geni (tidak menyalakan api/listrik), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tanpa hiburan/bersenang-senang).

Suasana hening dan sunyi juga terlihat di pedesaan di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, dan sejumlah desa di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Hanya suara alam yang terdengar serta pepohonan diterpa angin.

Perumnas Monang-Maning Denpasar, kawasan pemukiman yang dihuni sekitar 2.500 kepala keluarga dari berbagai etnis di Nusantara menghormati Hari Raya Suci Nyepi. Sepanjang jalan dan gang-gang tampak sepi, kecuali hanya beberapa pecalang (petugas keamanan desa adat) yang berjaga di ujung gang dan perempatan jalan.

Pemandangan serupa juga hampir terjadi di seluruh pelosok termasuk kawasan wisata Kuta, Nusa Dua, Sanur, dan kawasan wisata lainnya di Pulau Dewata. Wisatawan mancanegara yang sengaja berlibur di Bali bertepatan dengan Nyepi hanya diperkenankan melakukan aktivitas di dalam kawasan hotel tempatnya menginap.

Deretan sejumlah hotel berbintang di Pantai Kuta dengan tingkat hunian yang cukup menggembirakan juga memberlakukan ketentuan bagi wisman secara ketat, sehingga pantai yang sehari-hari ramai sebagai tempat berjemur sambil menikmati deburan ombak juga tampak sunyi senyap. Pantai berpasir putih sepanjang enam kilometer itu bebas dari kunjungan wisman, hanya deburam ombak dan tiupan angin yang berembus sepanjang pantai.
Quote:
Suasana Bali saat Nyepi

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

Spoiler for PIC:

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar