Cari Disini

Custom Search

Selasa, 15 Maret 2011

Lagi...!!! Tanah milik indonesia sekarang jadi milik malaysia (terbaru)




Quote:
Quote:
Quote:
PONTIANAK POST
SELASA, 15 MARET 2011
Quote:

700 Ha Masuk Jiran

Camar bulan bakal hilang

PONTIANAK - Lahan seluas 700 hektar di kawasan perbatasan Kalbar, di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas terpaksa masuk ke wilayah Malaysia. Jika diperkarakan melalui hukum internasional, dipastikan Indonesia akan kalah.

”Ada satu daerah di perbatasan, yakni Camar Bulan. Kita terjebak. Bukan saya yang terjebak, tetapi siapa yang kerja pada zaman itu. Saya selalu tidak mau komentar jika diungkit-ungkit lagi,” ujar Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat Moses Hermanus Munsin, seusai pertemuan di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (14/3).

Ia menjelaskan dulu Pemerintah Indonesia bersama-sama menetapkan batas wilayah negaranya. Indonesia menggiring 700 hektar lahan masuk ke Malaysia. Kedua negara menandatangani kesepakatan batas negara. Tetapi belakangan hari, ditemukan patok batas zaman Inggris dan Belanda.

Seharusnya 700 hektar tersebut masuk ke wilayah Indonesia. ”Yang menetapkan batas wilayah itu kan pemerintah pusat. Malaysia ikut saja. Kesepakatan sudah ditandatangani, susah mau dikembalikan sesuai batas Inggris dan Belanda karena hitam di atas putih itu kuat,” ungkap Munsin.

Persoalan lain yang mengancam hilangnya wilayah Indonesia adalah abrasi pantai di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kepala Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Bujang Syafrani mengatakan abrasi pantai mencapai 2 sampai 8 meter setiap tahunnya. Jika tidak segera diatasi, kondisinya akan semakin parah.

Hal senada dikatakan warga di Desa Temajuk. Ia mengatakan abrasi 100 meter akan sampai ke Malaysia. ”Kabarnya, jika sampai ke Malaysia, Malaysia akan punya laut. Bahaya untuk kita,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya ini.

Saat dikonfrmasi, Munsin membenarkan terjadinya abrasi di kawasan perbatasan. ”Kami sudah melaporkannya kepada pemerintah pusat bahwa terjadi abrasi. Karena persoalan garis batas merupakan urusan negara,” ungkap Munsin.

Pemerintah harus segera menetapkan titik nol batas sehingga sekalipun abrasi, koordinat tidak hilang. ”Biar mereka (Malaysia) punya laut, titik koordinat batas laut kan ada. Hanya saja untuk menentukannya wewenang pemerintah pusat,” katanya. (uni)
Quote:
DOWNLOAD KORANNYA


Spoiler for cover korannya:

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar