Cari Disini

Custom Search

Sabtu, 18 Juni 2011

23 Ikan Zaman Purba yang Masih Hidup di Indonesia





Ikan purba Coelacanth.
Ikan purba Coelacanth.
JAKARTA - Penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan lembaga penelitian Jepang berhasil menemukan 23 ekor ikan purba Coelacanth.

Coelacanth adalah jenis ikan purba yang hidup sejak jaman dinosaurus. "Ikan ini masih hidup sampai sekarang, dan hanya dapat ditemui di wilayah Afrika dan Indonesia," ujar Djoko Kunarso, peneliti senior, Pusat Oseanografi, LIPI di Jakarta, Rabu (15/6/2011).

Penelitian LIPI yang bekerjasama dengan Aquamarine Fukushima asal Jepang ini berhasil menemukan 23 ekor ikan Coelacanth. "Penemuan ikan-ikan tersebut beserta kurun waktunya berbeda," ungkap Djoko.

Djoko mengatakan bahwa ikan-ikan tersebut ditemukan dalam tiga kali survei, yang dilakukan di daerah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Pantai Manado dan Biak.

"Dalam kerjasama ini pihak Jepang menyediakan peralatan, contohnya adalah kamera bawah laut," kata Djoko.

Ketika ditanya apa kendala yang menghambat penelitian, Djoko menjawab bahwa masalah perijinan lah yang sering terjadi.

Kerjasama penelitian antara LIPI dengan Jepang ini dimulai sejak tahun 2002. "Tidak seperti kerjasama lainnya antara LIPI dan Jepang yang berakhir pada tahun 2009, peneiltian kami ini masih terus berlangsung," kata Djoko.

Djoko mengatakan proyek penelitian ini masih dalam tahap mempelajari distribusi dan pola sebaran ikan Coelacanth di Indonesia.

"Bulan Agustus nanti proyek ini akan kembali dilakukan di wilayah Ambon dan Halmahera," jelas Djoko.

Dijelaskan pula oleh Djoko bahwa penelitian yang mereka lakukan adalah 'site test' yang berarti sampel penelitian tidak dibawa ke permukaan. "Karena ikan ini sudah masuk daftar hewan yang dilindungi oleh pemerintah," jawabnya.

Beberapa negara selain Jepang yang sudah bekerjasama dengan Indonesia untuk peneltitian ikan Coelacanth adalah Jerman dan Amerika.

Ikan Coelacanth saat ini hanya bisa ditemukan di dua wilayah dunia yaitu di Afrika (perairan pulau Comoro, Tanzania) dan Indonesia (perairan Sulawesi Tengah dan Utara).

"Di Afrika 'fosil hidup' ikan ini ditemukan pada tahun 1938, sementar di Indonesia baru ditemukan pada tahun 1997," jelas Djoko.

Ikan Coelacanth ditemukan hidup di kedalaman laut 200 meter. Salah satu faktor yang membuatnya sulit untuk ditemukan. (tyo)

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar