Cari Disini

Custom Search

Sabtu, 18 Juni 2011

Pengetahuan Siswa Miskin RI Lebih Baik dari Siswa Inggris




Image: corbis.com
Image: corbis.com
INGGRIS - Apakah kemiskinan membuat orang bodoh? Apakah siswa dengan kondisi ekonomi lemah (miskin) nilai sekolahnya pasti buruk, akan terus mengalami kemiskinan dan susah mendapat pekerjaan?

Menurut penelitian yang dilakukan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan atau Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), hal ini tidak akan terjadi jika para siswa rajin sekolah. Menurut penelitian terbaru yang dihelat OECD, siswa miskin di Indonesia memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan anak dengan kondisi sama di Inggris.

Penelitian ini dilakukan pada 2009 atas 65 negara OECD. Penelitian menguji kemampuan matematika, membaca, dan tes ilmu pengetahuan siswa usia 15 tahun. Dalam penelitian ini, Indonesia menempati peringkat 36, di atas Inggris (39) dan Jerman (42). Negara Asia Tenggara yang ada masuk daftar adalah Singapura di peringkat 5 dan Thailand (29). Namun penelitian tidak menjelaskan mana yang masuk kategori miskin. Demikian seperti dilansir dari BBC dan OECD, Sabtu (18/6/2011).

Data OECD menunjukkan, 31 persen anak miskin yang “ulet” di 65 negara berhasil meraih nilai rata-rata internasional dalam tes tersebut. Dalam penelitiannya, OECD berusaha mempelajari apakah siswa dengan kondisi ekonomi lemah mampu berhasil secara akademis.

Daftar lima besar siswa miskin yang nilainya baik dihuni perwakilan Asia yaitu Shanghai, Hong Kong, Korea Selatan, Macau-China, dan Singapura. Menurut data, lebih dari 70 persen siswa miskin di China dan Hong Kong melebihi standar OECD (31 persen). Sementara Amerika Serikat, Perancis dan Australia berada di peringkat 27, 22 dan 21. Tiga negara maju ini nilainya pas rata-rata OECD (31 persen).

Para peneliti mengidentifikasi sejumlah faktor yang meningkatkan ketahanan para siswa di tengah kemiskinan mereka. Disebutkan bahwa rasa percaya diri merupakan faktor kunci yang membuat para siswa yakin bisa berhasil.

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa mentoring sangat bermanfaat dalam pendidikan. Ditemukan juga bahwa kemampuan siswa miskin meningkat jika mendapat jam belajar tambahan di kelas. Selain itu, motivasi merupakan hal yang penting. Karena itu, sekolah lebih baik memotivasi para siswa ketimbang memberikan janji berupa hadiah atau insentif.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan siswa miskin. Negara-negara ini bisa menyediakan lebih banyak kesempatan bagi siswa kurang beruntung belajar di kelas dengan mengembangkan kegiatan, praktik serta metode pengajaran yang mendorong motivasi belajar dan memupuk dan kepercayaan diri para siswa,” tulis laporan ini.(rfa

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar