Cari Disini

Custom Search

Senin, 19 Desember 2011

Membangun Dunia Ekonomi Industri Kreatif Yuk


Industri kreatif sebagai bidang industri baru dalam meningkatkan PDB baru bangsa Indonesia tentu harus didukung dari segala segi agar kemajuan industri lebih cepat dan pada akhirnya menciptakan ladang bisnis baru dan mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia.
Sebagai seorang blogger proses penciptaan kreatifitas kadang stagnan dan mengalami kejenuhan, pada saat tersebut anda membutuhkan refreshing dan penyegaran otak agar proses munculnya kreatifitas kembali muncul. berikut 10 tips cara blogher tetap kreatif.
Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Industri kreatif ini sangat penting karena memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, penciptaan iklim bisnis yang positif, membangun citra dan identitas bangsa, berbasis pada sumberdaya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa, dan memberikan dampak sosial yang positif.
Hal ini nampak mulai diseriusi ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Mari Elka Pangestu sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang telah dirombak Oktober 2011, lalu. Paling tidak ada tiga kementerian yang tugasnya bersentuhan langsung dengan penanganan ekonomi kreatif. Ketiga kementerian itu adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif. Tentu saja ketiganya mesti melakukan sinergi agar menghasilkan output yang lebih baik. Perlu juga dihindari terjadinya tumpang tindih program. Yang dibutuhkan adalah saling melengkapi dan menguatkan antar kementerian dalam menangani ekonomi kreatif. Hal ini telah ditegaskan oleh Ibu Mari Elka Pangestu dalam pengarahannya.
Awalnya dari Tony Blair
Masuknya bidang Ekonomi Kreatif dalam birokrasi berkat jasa Tony Blair yang pernah menjabat Perdana Menteri Inggris. Berawal dari gebrakan di Inggris, ekonomi atau industri kreatif kini banyak diadopsi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Dengan komposisi jumlah penduduk usia muda sekitar 43 persen (sekitar 103 juta orang), Indonesia memiliki basis sumber daya manusia cukup banyak bagi pengembangan ekonomi kreatif.
Industri kreatif memang lahir dari generasi muda. Awalnya dimotori oleh Tony Blair pada tahun 1990. Saat itu ia tengah menjadi calon perdana menteri Inggris. Era 1990-an, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas karena beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembang. Negara berkembang menjadi pilihan karena menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi kondisi itu, Tony Blair dan New Labour Party mendirikan National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris. Setelah menang dalam pemilihan umum 1997, Blair yang menjadi PM Inggris membentuk Creative Industries Task Force. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Inggris. Lembaga tersebut berada di bawah Department of Culture, Media and Sports (DCMS). Pada tahun 1998, DCMS memublikasikan hasil pemetaan industri kreatif Inggris yang pertama kalinya.
Suka atau tidak suka Indonesia sangat berkepentingan untuk terus memacu industri ekonomi kreatifnya. Mengapa? Karena industri ekonomi kreatif berpusat produksi di otak. Perkembangan industri ini akan membantu menghemat sumber daya alam nasional yang selain kian menipis, juga banyak menimbulkan pencemaran lingkungan. Harus diakui, industri ekonomi kreatif Indonesia nyata-nyata telah mampu menyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional secara signifikan. Setiap tahunnya, industri ini tumbuh sebesar 15%. Dari data statistik sepanjang tahun 2006, industri ini telah menyumbang 33,5% dari PDB. Angka ini setara dengan USD 77 miliar atau Rp 693 triliun dengan kurs Rp 9.000,00. Pada sektor manufaktur yang terkait dengan industri ekonomi kreatif di Indonesia tahun 2005 bisa menyumbang Rp 915 triliun. PDB dari sektor ini lebih besar enam kali lipat dari minyak dan gas bumi.
Ekonomi kreatif ini diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan dasar jangka pendek dan menengah: (1) relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pasca krisis (rata-rata hanya 4,5% per tahun); (2) masih tingginya pengangguran (9-10%), tingginya tingkat kemiskinan (16-17%), dan (4) rendahnya daya saing industri di Indonesia. Selain permasalahan tersebut, ekonomi kreatif ini juga diharapkan dapat menjawab tantangan seperti isu global warming, pemanfaatan energi yang terbarukan, deforestasi, dan pengurangan emisi karbon, karena arah pengembangan industri kreatif ini akan menuju pola industri ramah lingkungan dan penciptaan nilai tambah produk dan jasa yang berasal dari intelektualitas sumber daya insani yang dimiliki oleh Indonesia, dimana intelektualitas sumber daya insani merupakan sumber daya yang terbarukan. (cybernews.cbn.net.id)

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar