Cari Disini

Custom Search

Sabtu, 15 September 2012

[Travelista]Secangkir Kopi di Ranu Kumbolo




Gunung Semeru dipilih menjadi tujuan perjalanan kali ini, bukan karena tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui puncak tertinggi di Jawa (3676 mdpl) memiliki banyak keistimewaan diantaranya adalah Ranu Kumbolo. Sebuah danau yang letaknya di 2100 mdpl (pengukuran terakhir kemaren pake GPS temen) yang dikelilingi pemandangan bukit nan asri.

Kami bertiga Saya, Indra ‘Mbreh’ dan Yudi berangkat dari terminal bungurasih Surabaya pada malam hari dengan harapan pagi hari sudah di Ranu Pani. Tas karier ukuran 65 ltr adalah sebuah identitas bagi kami bertiga setiba di terminal Arjosari Malang. Sebab tak lama kami turun dari bis jurusan Surabaya – Malang ada beberapa orang pun menawari kami untuk melanjutkan perjalanan ke Tumpang. Perjalanan selama 2 jam Surabaya – Malang tentunya cukup melelahkan sehingga tawaran dari orang tersebut tidak lantas kami terima, disamping harga yang ditawarkan terlalu mahal dan saat itu masih jam 3 pagi. Lebih disarankan menghabiskan waktu di Terminal Arjosari sampai terdengar adzan subuh, baru kemudian melanjutkan ke Tumpang. Karena di Tumpang sendiri sangatlah sepi meskipun nantinya berhenti di depan pasar, kehidupan yang menemani di Tumpang hanyalah sebuah alfamart yang buka 24 jam.

Kami pun melepas lelah di salah satu warung di sudut terminal yang sembari menikmati secangkir kopi dan menikmati pertandingan bola. Diantara penonton bola ada seorang supir berbincang dengan kami dan menawarkan untuk mengantar kami ke Tumpang karena sekalian pulang ke rumah. Proses tawar menawar pun dilakukan, supir tadi membuka harga 40ribu untuk 3 orang dan kesepakatan terjadi di harga 30 ribu untuk 3 orang dengan catatat supir diperkenankan untuk mengangkut penumpang selama perjalanan, kami bertiga pun setuju.

Perjalanan Arjosari – Tumpang memakan waktu kurang lebih 45 menit, adzan subuh di Tumpang pun seolah menyapa kami untuk bersiap menuju Ranu Pani. Dari tumpang menuju Ranu Pani ada dua pilihan angkutan yakni Jeep/Ranger dan Truk Sayur, ketika tidak musim pendakian agak susah mencari jeep karena biaya sekali antar ke Ranu Pane bekisar 400ribu – 450ribu/jeep dan kebanyakan pendaki dengan rombongan yang tidak terlalu banyak mungkin keberatan mengeluarkan biaya sebesar itu. Dan pilihan pun jatuh pada Truk Sayur atau juga biasa mengangkut pupuk yang hanya dikenakan biaya 30ribu per orang, sekali lagi itu adalah hasil dari proses tawar menawar.

Spoiler for Ts dan truk angkutan ke Ranu Pane

Lama Perjalanan dengan truk sayur/pupuk dari Tumpang – Ranu Pani kurang lebih 2 jam dengan kondisi jalan yang hancur. Maka bersiap badan akan mendapatkan guncangan hebat serta berteman debu/pasir jalan, jadi siapkan pegangan yang mantab jangan lupa penutup mulut dan hidung juga kacamata.

Dan Satu hal penting ketika ke Semeru adalah masalah perijinan, untuk ke Semeru diharuskan membawa fotokopi kartu identitas dan Surat keterangan Sehat serta satu materai untuk satu rombongan. Tidak perlu khawatir apabila terlupa membawa surat keterangan sehat sebab di Tumpang ada Puskesmas yang buka 24 jam yang hanya ditempuh kurang dari 5 menit dari Pasar Tumpang dengan berjalan kaki. Dan Puskesmas akan membuatkan surat keterangan sehat dengan mengeluarkan biaya sebesar 8ribu rupiah.

Untuk perijinan dikenakan biaya sebesar 8ribu per orang dimana pos perizinan di Ranu Pani dibuka mulai pukul 8 pagi. Ketika di perijinan diharuskan mengisi form daftar bawaan serta nama nama peserta dari rombongan, satu hal jangan menganggap remeh form tersebut karena bagaimanapun form ini nantinya akan dijadikan acuan apabila ada kejadian buruk menimpa kita selama perjalanan. Satu hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah menaati aturan/etika perjalanan di gunung dan mengenai sampah yang harus dibawah kembali ke bawah, tidak boleh ada sampah di Gunung.

Jam 9 pagi berangkat menuju Ranu Kumbolo bersama rombongan lainnya, perjalanan memakan waktu kurang lebih 5 jam. Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo terdapat 4 pos dan tidak ada air selama perjalanan, jalan Ranu Pani – Pos 1 cenderung datar dan sebagian jalanan dibuat dari blok paving yang bisa dijadikan semacam acuan bahwa kami melewati jalan yang benar. Pos 1 menuju Pos 2 jaraknya paling dekat diantara pos yang lainnya disini jalanan mulai berpasir serta blok paving pun sudah tidak diketemukan, banyak ditemukan blank di sisi kiri kanan jalan jadi harus ekstra waspada. Disarankan apabila berjalan dalam rombongan agak jauh namun masih terlihat karena debu hasil pijakan orang di depan akan sangat mengganggu penglihatan dan pernafasan. Pos 2 menuju Pos 3 cenderung jalan mulai naik namun tidak terlalu curam tidak
jarang juga ada turunan namun kita akan disuguhi pemandangan yang indah disini apabila keadaan cerah. Setelah di Pos 3 disarankan untuk beristirahat cukup lama karena dari sini jalanan akan naik cukup curam dan menguras tenaga namun setelah itu cenderung jalan akan datar yang kemudian menurun dengan landai yang akhirnya sampai di Pos 4 (Ranu Kumbolo). Sejenak lelah itu akan hilang ketika Ranu Kumbolo sudah terlihat dan jangan lupa untuk mendokumentasikannya.

Spoiler for Yang warna kuning itu tenda kita

Perkemahan didirikan di bawah pos 4 (Ranu Kumbolo) disebelah pintu angin, suguhan pemandangan Ranu Kumbolo di sore hari sangat indah dapat dilihat daru sini dan kelelahan akibat perjalanan panjang berasa hilang sekejap. Selama 4 hari 3 malam dihabiskan untuk menikmati Ranu Kumbolo dengan bercengkerama bersama sembari menikmati secangkir kopi. Malam
dingin pun berasa hangat dengan api unggun dan canda tawa. Meski kabut datang menyelimuti setiap saat baik siang ataupun malam berasa tidak mengenal waktu.

Spoiler for Yuk, Lanjut

Yang mengganggu saat itu masih banyaknya sampah di sekitar maupun di dalam Ranu Kumbolo, juga hamparan bukit yang gundul karena bekas terbakar entah karena ulah manusia ataupun musim kemarau. bahkan pada hari kedua sempat melihat kebakaran hutan yang terjadi di bukit seberang kami mendirikan tenda kemudian esoknya bukit yang sebelumnya penuh dengan pepohonan sekejap menjadi gundul hangus karena terbakar. Beberapa kawan pun esoknya melanjutkan perjalanan menuju mahameru (puncak gunung semeru) namun saya mengurungkan niat dan memilih menghabiskan waktu di Ranu Kumbolo dengan menikmati secangkir kopi sambil menikmati dinginnya Ranu Kumbolo. Semangat membara namun apa daya fisik tidak mendukung 

Spoiler for yudi n bule perancis ngidam mie instan

Dedicated to : Teman-teman yang sudah menaklukkan puncak semeru saat itu, termasuk bule perancis gila hehehe

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar