Cari Disini

Custom Search

Kamis, 03 Januari 2013

'Indonesian Dreams' : Punya Rumah Cicilan, Mobil Sejuta ummat, Naik Haji & Studi Anak


The indonesia Dreams?

PNS Senang Beli Kendaraan, Bukan Rumah
Kamis, 03 Januari 2013 , 21:44:00


PNS sekarang, HP minimal BB, mobil sekelas Avanza/Xenia

JAKARTA--Banyaknya PNS yang belum memprioritaskan rumah sebagai kebutuhan pokok, membuat keprihatinan pemerintah. Itu sebabnya, lewat Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan-Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS), pemerintah akan memberikan bantuan uang muka dan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang diharapkan dapat mendorong kepemilikan rumah bagi PNS. “Kami akan terus mendorong PNS untuk memiliki rumah meskipun melalui kredit. Para PNS di Indonesia memang belum menyadari sepenuhnya bahwa kepemilikan rumah merupakan salah satu hal penting yang harus diprioritaskan,” ujar Kepala Pelaksana Sekretariat Tetap Bapertarum PNS, Ariev Baginda Siregar di Jakarta, Kamis (3/1).

Menurut Ariev, kebanyakan PNS di Indonesia lebih banyak memilih kredit konsumtif untuk membeli kendaraan bermotor dan barang-barang eletronik ketimbang kredit perumahan. Hal tersebut menyebabkan repayment (pengembalian uang ke bank) para PNS berkurang di pihak perbankan karena banyaknya kredit yang diambil oleh para abdi negara tersebut. Berdasarkan data yang ada, realisasi penetrasi pasar perumahan untuk PNS yang dibeli melalui pola kredit maupun cash dari tahun 2003 rata-rata berkisar pada angka 12 persen. Sedangkan jumlah PNS yang belum memiliki rumah sekitar 30 persen dari 4,5 juta PNS yang ada.

Untuk mengurangi banyaknya PNS yang belum memiliki rumah, Ariev mengatakan, Bapertarum PNS pada 2013 akan lebih pro aktif untuk menjempul pola di pasar perumahan PNS. Pihaknya akan melakukan road show ke sekitar 262 kabupaten/kota di Indonesia untuk mengajak pemerintah daerah, developer, bank untuk menawarkan perumahan kepada para PNS. Ke depan juga diperlukan perubahan pola pikir PNS bahwa dengan memiliki rumah sendiri mereka akan memiliki aset serta memberikan ketenangan dalam bekerja. Pihak Bapertarum PNS juga menghimbau agar PNS segera memanfaatkan bantuan yang disediakan oleh Kemenpera dan Bapertarum PNS.
http://www.jpnn.com/read/2013/01/03/...,-Bukan-Rumah-

Bijimana PNS Kagak Borong Mobil?
Cicilannya Dibawah Tunjangan Sertifikasi Guru/Renumerasi PNS di Kementerian

Cicilan untuk Mobil Toyota, Avanza 1,5 Juta
Senin, 10/12/2012 11:21 WIB



Jakarta - Persaingan antar merek mobil semakin ketat, di akhir tahun ini, untuk menarik minat masyarakat membeli mobil, Toyota memberikan program cicilan ringan untuk semua tipe mobil. "Program penjualan Auto2000 ini disebut program Year End Festival, berupa cicilan ringan untuk semua jenis kendaraan Toyota. Misalnya saja pelanggan ingin membeli Yaris, cukup dengan cicilan 2,2 juta per bulan dia bisa membawa pulang," ujar Chief Executive Auto2000 Jodjana J dalam siaran pers.

Ini memang merupakan sistem pembayaran balloon payment. Konsumen dimudahkan di awal masa pembayaran cicilan, karena tidak perlu membayar terlalu mahal. Setelah 3 tahun pembelian mobil, sisa pembayaran bisa dipilih konsumen, bisa juga memilih untuk melunasi mobil atau juga membeli mobil baru. Mobil-mobil Toyota lainnya juga bisa diangsur dengan biaya seperti:
  • Yaris angsuran Rp 2,2 juta/bulan
  • Rush angsuran Rp 2,3 juta/bulan
  • Fortuner angsuran Rp 4,4 juta/bulan
  • Kijang Innova angsuran Rp 2,2 juta/bulan
  • Avanza Veloz angsuran mulai Rp 2 juta/bulan
  • Corolla Altis Rp 3,9 juta/bulan
  • Dyna, angsuran mulai Rp 4,2 jutaan/bulan

http://oto.detik..com/read/2012/12/1...-yaris-22-juta

2013, Anggaran Tunjangan Profesi Guru Naik Rp 13 T sehingga Total Menjadi 43 trilun
Jumat, 17 Agustus 2012 | 09:59 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun depan, pemerintah akan meningkatkan anggaran untuk membayar tunjangan profesi guru sekitar Rp 13 triliun. Jika pada tahun ini anggarannya mencapai Rp 30 triliun, anggaran tahun 2013 menjadi sekitar Rp 43 triliun. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, peningkatan anggaran tersebut merupakan imbas dari adanya penambahan guru baru. Diperkirakan, guru yang telah disertifikasi tahun ini akan bertambah sekitar 250.000. "Naik menjadi Rp 43 triliun, bahkan exercise kami mencapai Rp 46 triliun. Kenapa banyak? Karena ada penambahan guru yang lolos sertifikasi," kata Nuh seusai memimpin upacara peringatan HUT Ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Dia menjelaskan, peningkatan anggaran tunjangan profesi juga disebabkan banyaknya guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tersertifikasi yang naik golongan. Otomatis, kenaikan gaji akan menyusul. Apalagi, sesuai ketentuan, tunjangan profesi diberikan sebesar satu kali gaji untuk guru PNS bersertifikat. "Karena golongan naik, maka tunjangannya juga naik, dan ditambah lagi 250.000 guru pendatang baru," ujarnya. Tunjangan profesi guru atau disebut juga tunjangan profesi pendidik diberikan oleh pemerintah untuk membantu guru menutupi biaya peningkatan mutunya. Dengan tunjangan sebesar satu kali gaji (guru PNS) dan Rp 1.500.000 (guru non-PNS) diharapkan guru dapat meningkatkan mutunya secara mandiri, mulai dari keperluan untuk membeli buku-buku pengayaan atau untuk biaya melanjutkan studi.
http://edukasi.kompas.com/read/2012/...u.Naik.Rp.13.T

----------------------

Kalau rakyat AS mengenal istilah 'american dreams' .... maka masyarakat kita pun mengenal istilah 'Indonesian dreams' itu, yaitu: punya rumah cicilan BTN, bisa nyicil mobil sejuta ummat sekelas Avanza/Xenia, naik haji, dan bisa menyekolahkan anak-anak hingga ke universitas. (konon kalau Pejabatnya, masih ditambah lagi itu 'dream'nya, yaitu bisa punya bini ke dua, ketiga dan bahkan keempat. Baik yang resmi atawa sirri, samimawonlah. Belum yang 'simpanan' tentunya!).

Pemerintahan SBY berhasil menjelmakan sebagian mimpi itu, khususnya dikalangan PNS, terutama di kalangan Guru dan Dosen (mereka hampir 70% dari total PNS di negeri ini). Sementara PNS di kementerian lainnya, juga memperoleh tunjangan renumerasi yang lumayan besar, bahkan lebih besar dari tunjangan sertifikasi Guru. Lihat itu dana yang akan disediakan pemerintah pada tahun 2013, baru untuk jatah sertifikasi Guru saja sudah mencapai Rp43 triliun (effek gandanya atau 'multiplier effect'nya secara nasional, duit segitu bisa berputar minimal mencapai 10 kali lipatnya, atau menjadi Rp 430 triliun. Makanya dunia industri, khususnya mobil, jadi ijo matanya melihat peluang itu sehingga mereka berani pasang target penjualan mobil bisa mencapai 1,3 juta unit tahun 2013 ini). Dana itu nantinya akan dibelanjakan PNS Guru itu untuk mewujudkan mimpinya itu, yaitu: nyicil rumah kedua, nyicil mobil sejuta ummat, atau nyicil ke Bank untuk ONH, dan tentunya persediaan untuk anak masuk sekolah/universitas. Lalu anda mau tahu darimana Pemerintahan SBY membiayai itu semua? Selain dari uang hasil narik pajak ke rakyatnya yang semakin mencekik itu, yaaaa dari hasil mencetak surat utang negara (obligasi negara, SUN).

Entah, kelak pengganti SBY, apa masih bisa memberikan kesejahteraan yang sama untuk para PNS itu. Makanya, ada yang berharap, itu UUD 195 kalo bisa di revisi saja, dikembalikan seperti aslinya dulu, sehingga Pak SBY bisa naik lagi untuk kali ketiga dan seterusnya, selama rakyat masih mau memilihnya! Why not? Itu UUD 1945 kan hanya buatan tangan manusia, bukan barang yang sakral seperti kitab suci, yang tak boleh diubah-ubah

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar