Cari Disini

Custom Search

Sabtu, 01 Februari 2014

Jangan Abaikan 7 Gejala Ini

Sebagian dari kita seringkali kurang peka terhadap sinyal atau gejala yang dimunculkan oleh tubuh. Apalagi jika gejala itu tampak ringan-ringan saja, orang terkadang menganggapnya sekadar angin lalu. Padahal, gejala yang sepintas tampak ringan ini bisa jadi merupakan pertanda ketidakberesan atau penyakit yang serius. Berikut ini, tujuh gejala yang mestinya tak Anda abaikan :

Jangan Abaikan 7 Gejala Ini

  1. Darah Pada Kotoran. Ketika berusia 47 tahun, Pati Lanning, wanita asal Harvey, Louisiana melihat bercak darah pada kotorannya. Semula ia mengira darah itu adalah akibat ambeien yang telah lama ia derita. Tapi kemudian, perdarahan itu makin menjadi. "Saya tahu ini gejala kanker usus besar. Saya takut sekali waktu itu," kata Pati. Beruntung, berkat penanganan yang cepat dan tepat, Pati terselamatkan. Memang, darah pada kotoran bisa juga merupakan gejala problem medis yang lain. Tapi yang pasti, gejala berupa darah pada kotoran jangan pernah dipandang sebelah mata. Selain darah pada kotoran, beberapa gejala lain seperti berat badan turun, perubahan kebiasaan buang air besar, perubahan bentuk kotoran, rasa tidak nyaman di perut, anemia (kurang darah), atau rasa lelah juga merupakan indikasi adanya sesuatu yang tak beres pada usus besar.
  2. Otot Terasa Lemah dan Kaku. Pernahkah Anda merasakan hal seperti ini ? Mudah-mudahan saja belum. Otot terasa lemah dan kaku — bahkan mati rasa — terutama pada lengan dan tangan bisa jadi merupakan gejala stroke. Gejala lainnya : tak mampu berbicara, melihat atau berjalan, tak mampu menggerakkan atau merasakan salah satu bagian tubuh, sakit kepala hebat dan tiba-tiba, kekakuan atau kelumpuhan pada salah satu bagian wajah, demam tiba-tiba, mual dan muntah, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, dan kehilangan kesadaran sesaat.
  3. Merasa Sangat Lelah. Salah satu indikasi penyakit dan serangan jantung pada kaum wanita adalah rasa lelah yang amat sangat dan tiba-tiba, rasa tertekan atau sakit di perut bagian atas, sesak napas, mual atau muntah, keringat berlebihan, atau merasa gelisah. Sementara penyakit dan serangan jantung pada pria lebih kerap ditandai oleh rasa sakit di bagian dada.
  4. Gangguan Penglihatan. Alexia Barnswell-Buford (40 tahun), warga New York City pernah merasakan sesuatu yang tak beres pada matanya. Pandangan matanya kabur. "Waktu itu, sangat sulit bagi saya untuk turun ke lantai bawah tanpa tersandung. Ketika mengendarai mobil, saya juga sulit sekali melihat mobil lain lewat kaca spion." Ayahnya kemudian menyarankan Alexia untuk periksa ke dokter mata. Diagnosis dokter, ia menderita glaukoma. Alexia semula tak mengira ia menderita glaukoma. Sebab sepengetahuannya, glaukoma identik dengan para lansia (lanjut usia). Padahal seperti dikatakan Dr Jeffrey Liebman, guru besar opthalmologi pada The New York and Ear Infirmary, penyakit mata yang bisa mengakibatkan kebutaan ini dapat menyerang segala usia. "Kami menyebutnya sebagai perampas penglihatan." Dalam hal ini ada beberapa sinyal pada mata yang mestinya Anda waspadai yaitu : pandangan kabur, ketika melihat cahaya terlihat lingkaran-lingkaran berwarna pelangi di sekitarnya, sakit kepala, atau mata terasa sakit setelah melihat TV atau film.
  5. Rasa Lemah-Lesu Yang Menetap. Orang dengan kelenjar thyroid yang kurang aktif (hypothyroidism) kerap merasakan lesu, tak bertenaga, merasa kedinginan, sembelit (sukar buang air besar), kram kaki, kulit kering, dan rambut rontok. Banyak orang salah menduga dengan mengira gejala ini sebagai pertanda penuaan. "Tapi jika gejala itu belum lama terjadi, segeralah periksa ke dokter," saran Dr Lawrence Wood, direktur medis pada Yayasan Thyroid Amerika.
  6. Perdarahan Menstruasi Yang Hebat. Seiring pertambahan usia, terkadang wanita mengalami perubahan-perubahan tertentu dalam hidupnya, termasuk menstruasinya. Namun jika aliran darah menstruasi itu begitu banyak, sakit, dan berkepanjangan, segeralah memeriksakan diri ke dokter. "Menstruasi hebat dan sakit ini bisa jadi merupakan pertanda tumor fibroid atau pertumbuhan non-kanker lainnya di dalam rahim," kata Dr Charles Moniak, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Fountain Valley Regional Hospital, California. Data menunjukkan, sekitar 40 persen wanita mempunyai fibroid, dan kehadiran fibroid ini seringkali tanpa gejala.
  7. Haus Berlebihan dan Sering Buang Air Kecil. Mulanya, Sherry Latham (27 tahun) tak mengira bahwa rasa haus tak tertahankan yang kerap ia rasakan sebagai pertanda suatu penyakit. Tapi belakangan, perawat asal Herrin, Illinois ini dinasehati salah seorang rekannya agar periksa ke dokter. Sherry melaksanakan nasehat itu. Dan tes laboratorium menunjukkan, ia positif menderita diabetes (kencing manis). Pada penderita diabetes, tubuh tidak mampu memproduksi atau mempergunakan secara efektif hormon insulin yang berfungsi mengatur glukosa (gula darah). Tanpa insulin yang cukup, kadar gula darah akan meningkat, merusak jaringan dan merangsang timbulnya stroke, serangan jantung, kebutaan, kerusakan ginjal, dan sebagainya. Selain haus tak tertahankan, gejala diabetes lainnya adalah sering buang air kecil, sering merasa lapar, kehilangan berat badan, sering merasa lelah, dan mudah marah.

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


1 Responses So Far:

Anonim mengatakan...

Informasi kesehatan yang sangat bernilai, bagi saya yang sudah memasuki usia 30an ke atas.Awalnya saya memang sering berkesimpulan bahwa gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas adalah bagian dari proses penuaan, Tapi saya juga kadang berkata dalam hati, perasaan saya belum tua-tua amat, tapi kok rasanya badan saya seperti orang sudah tua? setelah membaca artikel di atas, saya jadi sadar bahwa saya harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap beberapa gejala sepeti yang disebutkan di atas.

Poskan Komentar