Cari Disini

Custom Search

Selasa, 20 Januari 2015

Dibalik layar “Marketing” Air Asia menghadapi musibah QZ8501 "ERU"

Dibalik layar “Marketing” Air Asia  menghadapi musibah QZ8501
            Tulisan pertama saya di 2015 ini ada baiknya kita bahas dibalik layar Jatuhnya AirAsia ya. Saya akan lebih menyeroti ke sisi marketing communication   manajemen  Air Asia dalam menghadapi musibah  AirAsia QZ8501. 
          Sebelumnya, sekali lagi  mari kita mulai dengan berdo’a untuk keluarga yang mendapat musibah dari Air asia ini untuk selalu diberikan ketabahan, sungguh  semua sudah menjadi garis takdir dari allah SWT. Amien ya rabb..
                Bismillah…
                Jika kita bertanya kepada seluruh manusia diatas muka bumi ini,  maukah kita mendapat Musibah?” tentulah bisa kita pastikan jawabannya adalah “tidak”. Musibah  yang sudah datang dari sananya, tinggal bagaimana sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut, Allah  sudah menjanjikan kepada kita bahwa, ada hikmah, ada ujian, ada sesuatu yang lebih besar dibalik semua  yang terjadi.
                Saya benar-benar terkejut dengan jatuhnya pesawat Air Asia ini pada hari minggu 28 Desember 2014,  saya pun baru tahu ketika saya  membuka   situs berita online Russia (www.ria.ru) dimana  biasanya saya  memantau perkembangan ekonomi Russia yang memang saat ini dalam masa krisis, namun betapa terkejutnya saya, setelah menyelesaikan shalat dzuhur ( 13.00 Tomsk) ( 12.00 WIB), jatuhnya pesawat Air asia ini menjadi Headline di   sejumlah media Russia, kemudian untuk memastikan saya cek di situs berita online indonesia republika.co.id , ternyata benar pesawat Air Asia QZ8501 hilang dari pantauan radar  dengan jadwal keberangkatan 05.36 WIB  dan di konfirmasi oleh direktur angkutan udara Kemenhub pada pukul 09.57 WIB.
www.singendo.com
kronologi hilang Asia QZ 8501 (Doc: singindo.com - cnn Indonesia)

                Kronologis hilangnya kontak Air Asia QZ8501 ini sudah di bahas  di beberapa media  yang dapat kita simpulkan bahwa Air Asia QZ8501 terbang  tidak sesuai dengan jadwal keberangkatan pada awalnya, namun terjadi pengalihan, ini terbukti adanya penumpang yang tidak membaca informasi (E-mail )dari pihak manajemen Air Asia QZ8501 dalam perubahan penerbangan, mereka tidak sempat berada di pesawat tersebut karena perubahan jadwal. 
                Air Asia menganggap pasar di Indonesia sangatlah luar biasa , walaupun mengalami kerugian US$ 56  pada semeseter 1 2014  juta berdasarkan lembaga riset  CAPA centre for aviation , mereka tetaplah terbaik karena berhasil membukukan keuntungan luar biasa  pada periode pertama 2014 US$ 14 juta.  Air Asia memang menargetkan kelas menengah untuk terbang bersama mereka, dengan strategi “cheap Flights”  mereka menjadi primadona  orang-orang Indonesia untuk berlibur ke singapura, Bangkok, dan kota-kota wisata ASEAN.  
Prilaku Konsumen  “menengah” Indonesia
                Bagi  yang berurusan dengan Malaysia tidak mudah untuk meraih  pangsa pasar kelas menengah  di Indonesia, ini dikarenakan memang sentimen negatif terhadap Malaysia yang sering mengklaim barang Indonesia adalah milik mereka, orang-orang Indonesia kelas menengah kebawah mudah sekali untuk terpancing akan hal ini, mudah terpengaruh media yang tentunya mempengaruhi keputusan mereka dalam melakukan pembelian,  keengganan untuk menggunakan barang dari Malaysia.  namun hal ini tidak terjadi untuk konsumen pengguna jasa pesawat Air Asia, manajemen Air Asia berhasil menjadikan diri mereka bagian yang wajib diperhitungan di bisnis Penerbangan , padahal maskapai adik dari garuda, citylink juga menetapkan strategi yang sama  cheap flights. Tahun 2014 walaupun pasar AirAsia  di domestik masih kalah dengan  Wings Air (4,51 %) , Citilink (7,05 %), Sriwijaya air (11,36 %), Garuda Indonesia ( 22,08 %) dan Lion air (43,04%), namun untuk penerbangan Internasional dari Indonesia ke Negara lain, pasar AirAsia merupakan yang tertinggi mengalahkan garuda , Lion Air, dan Sriwijaya Air.
                AirAsia memang sepertinya akan  berusaha memeluk, mengambil, bermain di pasar menengah untuk orang Indonesia, target dari Air Asia tentulah  menjadi bagian yang sangat penting,  karena Indonesia adalah pasar yang sangat luar biasa terlebih dengan adanya MEA 2015 nantinya, AirAsia menombor satukan Indonesia dibandingkan dengan Negara  lain terlebih ekonomi Indonesia akan terus tumbuh, walaupun saat ini masih tidak stabil tapi pada tahun 2015 (akhir) ekonomi Indonesia diprediksi berada pada peringkat ketiga dibawah India dan tiongkok, inilah fenomena yang membuat AirAsia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, mereka mati-matian membuat AirAsia terus  menari- nari di kelopak mata konsumen Indonesia kelas menengah,,hehheh,  mereka tahu akan kelemahan dari diri mereka  yang selama ini sebelum masuk ke Indonesia bermain di kelas menengah ke atas, tapi di Indonesia Airasia akan kalah telak oleh Garuda yang tentunya lebih baik dari mereka, atau Lion Air dan Siriwijaya air yang sudah lebih dulu  menjadi  penerbangan andalan Indonesia dalam tiket murah. Jika hanya bermain di cheap flights, AirAsia akan menjadi guyonan di dunia bisnis penerbangan Indonesia terlebih mereka berasal dari Malaysia. 
Economic Growth :2015
                Maka dari itulah , dengan melihat pangsa pasar di Indonesia, dan menargetkan khusus kelas menengah, AirAsia memutuskan untuk melawan maskapai Indonesia di Cheap flights, namun bukan hanya bermain di cheap flights, AirAsia bermain disegi pelayanan, walaupun murah, Pelayanan AirAsia tidaklah murahan, pelayanan Air asia  termasuk high class  hal ini terbukti dengan  berhasil meraih  penghargaan Excellent Service Experience 2014 dari Carre Center for Customer Satisfaction and Loyalty. Ada juga penghargaan Best Managed Low-Cost Airline 2013 dari Frost & Sullivan dan Domestic Airline of the Year 2013 dari Roy Morgan Research.  Mereka jeli melihat pesaing  mereka dalam pelayanan memang tidak terlalu bagus, yang tidak memperhatikan pelayanan ini, padahal di bisnis jasa ,Pelayanan merupakan bagian yang paling penting dibandingkan dengan lainnya, 
                Untuk membedakan pelayanan, cobalah sahabat-sahabat semua terbang bersama Airasia,  dan kemudian berikutnya terbang bersama maskapai lain, rasakan perbedaanya . :)  Di Air Asia kita akan mendapatkan bonus dari cheap Flights yakni kenyamanan, hal ini berbeda dengan kenyamanan yang kita rasakan di maskapai lainnya yang sama menerapkan cheap flights. Maka dari itulah AirAsia menjadi primadona baru untuk konsumen Indonesia dikelas menengah kebawah ini.  
                AirAsia diambang kehancuran?
                Saya memperediksi,  setelah ditemukan beberapa puing   AirAsia QZ8501 dan dinyatakan bahwa  AirAsia QZ8501 positif jatuh, maka AirAsia  akan segera di tinggal Konsumen mereka, Citilink, Lion Air ,atau sriwijaya akan menjadi pelampiasan baru konsumen AirAsia yang selama ini loyal, namun prediksi saya tidak   begitu tepat, berdasarkan data yang dirilis oleh pihak AirAsia, memang terjadi penurunan penumpang, namun itu tidak se drastis apa yang saya prediksikan, ternyata AirAsia masih menjadi  tujuan dari konsumen kelas menengah ini, terlebih setelah pergerakan cepat  manajemen AirAsia dalam mengatasi musibah ini, PR AirASia berdasarkan pantauan saya, mereka  bergerak cepat (Kecepatan Response) , Dalam situasi krisis, kecepatan respon sangat penting. Tanggapan tertunda ini menciptakan kesenjangan kredibilitas.  PR AirAsia memanfaat kan media Sosial , manajemen AirAsia mengimbau kepada para keluarga dan kerabat dapat menghubungi nomor call Emergency Call Centre AirAsia di +622129270811. Selain itu, AirAsia juga berjanji akan terus memberikan informasi lebih lanjut dengan situasi terkini. Informasi terkini tersedia di website AirAsia, www.airasia.com. Logo maskapai di media sosial juga berubah menjadi abu-abu yang lebih muram dan hanya putih. Sebelumnya logo itu berwarna merah cerah.
Yang tak kalah penting tim PR  dari Air Asia segera menjadikan CEO AirAsia  Fernandes sebagai  icon penting di dalam mengelola krisis,  pergerakan cepat CEO Airasia ini terpantau  mulai dari keberangkatan ke  Surabaya, AirAsia ingin menunjukkan rasa empati, rasa bersama menanggung kesedihan bersama keluarga yang sedang cemas ketika itu,  walaupun AirAsia ketika itu sudah menunjukan rasa empati mereka melalui media twitter, Facebook, dan lain-lain melalui sebuah tullisan, namun kunci komunikasi krisis terpenting AirAsia adalah CEO fernandes yang langsung  berada ditempat kejadian, untuk turur serta merasakan kesedihan para keluarga para penumpang dan crew dari AirAsia QZ8501.  

Tidak berhenti sampai disitu, PR AirAsia menggunakan beberapa buzzer   pantauan saya adalah teman dekat dari CEO Air Asia yaitu  Richard Branson pemilik maskapai Virgin ini, setelah mengucapkan duka, Richard Branson meretweet  berita dan mentweetkan berita tentang Tony Fernandes  yang berjasa terhadap ekonomi Indonesia, hal ini di retweet  seribu orang lebih dan  pada akhirnya munculnya duka mendalam dari beberapa artis dunia, pemain bola, dan orang -orang yang menjadi pengaruh besar dalam mempengaruhi persepsi masyarkat.
Rasa empati yang diberikan oleh CEO Tony Fernandes ini, benar-benar mendapat respon yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia yang terkenal  pemaaf, ramah, dan empati ini,  tidak ada satupun ejekan kepada manajamen AirAsia , mereka pun membalas rasa empati CEO AirAsia ini dengan rasa kesedihan yang mendalam, coba teman-teman  cek FB AirAsia, Twitter ,dll, tidak ada satupun komentar dari masyarkat Indonesia yang mengecam manajemen Air Asia atas musibah ini,  berbeda dengan yang pernah terjadi selama ini, Adam Air, Lion air, Sriwijaya Air, dll yang pernah  tertimpa musibah yang sama .  bahkan ada seseorang yang mengejek, mendokan Air Asia melalui media FB menjadi bulan-bulanan masyarakat dan media Indonesia, , efek yang dibangun dalam komunikasi krisis oleh tim PR AirAsia menjadikan mereka adalah bagian dari keluarga dari manajemen air Asia itu sendiri,  yang pada puncaknya ,  CEO Air Asia menyatakan bertanggung jawab penuh atas semua musibah ini, benar –benar membuat masyarakat indonesia  membanggakan AirAsia,  penumpang AirAsia tetap seperti biasa, walaupun adanya berita miring pilot AirAsia yang menggunakan Narkoba, konspirasi dunia dalam menghancurkan bisnis penerbangan Malaysia (adanya blogger yang memprediksi AirAsia jatuh seminggu sebelum kejadian), adanya kesalahan  AirAsia dalam merubah jadwal penerbangan padahal sudah dilarang , namun hal tersebut tertutup dengan adanya kesigapan PR AirAsia. AirAsia tetap berada pada jalur konsumen dan tidak mengalami penurunan drastis setelah tertimpa musibah.
AirASia Pasca Musibah QZ8501
Dan pada akhirnya, Air Asia akan tetap menjadi pilihan dari masyarakat Indonesia dalam menggunakan jasa penerbangan terlebih dari kelas menengah kebawah ini, AirAsia tetap menjadi perhitungan di dunia bisnis penerbangan Indonesia,  persepsi konsumen yang sudah terbentuk dan loyal terhadap jasa pelayanan tidak akan mudah berpindah kelain hati, tinggal bagaimana pihak dari manajemen AirAsia memahami keinginan konsumen bidikan mereka pasca Musibah QZ8501.
sumber: www.emaridialulza.com

ARTIKEL TERKAIT





Sameera Chathuranga Posted By Emaridal-acak

Komentar sahabat sangat diperlukan demi kemajuan emaridial-acak,karena satu komentar saja yang sahabat tulis untuk AC2,sama dengan sudah membantu AC2 dalam mengembangkan emaridial-acak ini.AC2 menerima saran dan kritik silahkan kontak kami acak_acak92@yahoo.com. Salam sayang AC2 kepada sahabat. contact me

Thank You


0 Responses So Far:

Poskan Komentar